Trump Rayakan 100 Hari Pertama Masa Jabatannya dengan Rapat Umum di Michigan
Rabu, 30 April 2025 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahannya telah mengenakan tarif sebesar 25% pada impor mobil asing, pungutan umum sebesar 10% pada hampir semua mitra dagang, tarif sebesar 25% pada baja dan aluminium, serta tarif sebesar 25% pada perdagangan dengan Meksiko dan Kanada yang tidak tercakup dalam kesepakatan yang sudah ada sebelumnya.
Trump telah membingkai langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari pengaturan ulang yang keras untuk memaksa industri kembali ke AS, klaim yang diulangnya kepada wartawan dalam pidatonya di Michigan.
"Mereka semua ingin kembali ke Michigan dan membuat mobil lagi," ujar dia. "Anda tahu mengapa? Karena kebijakan pajak dan tarif kita."
Melaporkan dari rapat umum tersebut, Patty Culhane dari Al Jazeera mengatakan lokasi tersebut penting.
Trump memenangkan apa yang disebut sebagai negara bagian medan pertempuran Michigan dalam pemilihan tahun lalu, tetapi negara bagian tersebut, dan ketergantungannya pada industri otomotif, bisa menjadi salah satu yang paling terpukul oleh kebijakan tarifnya.
“Kami hanya berjarak sekitar 20 mil (32 km) dari Detroit, Michigan. Itu adalah rumah bagi tiga produsen mobil terbesar: General Motors, Ford, dan Stellantis,” ujar Culhane.
“Kami telah melihat produsen mobil benar-benar menentang tarif ini karena hampir tidak ada mobil yang diproduksi sepenuhnya di Amerika Serikat, seperti yang diinginkan Donald Trump,” papar dia.
“Sementara itu, di antara kerumunan, Anda melihat banyak kaus bertuliskan ‘UAW’, serikat pekerja United Auto Workers. Serikat pekerja mendukung tarif ini karena mereka percaya, dalam jangka panjang, hal itu akan memaksa perusahaan untuk membawa pekerjaan kembali ke AS,” ungkap dia.
Jajak pendapat terkini menunjukkan antusiasme di antara para pendukung Trump pada rapat umum di Michigan tidak tercermin di masyarakat luas, dengan hampir setiap lembaga survei besar menemukan ketidaksetujuan yang lebih tinggi daripada persetujuan untuk presiden dalam beberapa hari terakhir.
Ini termasuk jajak pendapat Morning Consult dan New York Times/Siena yang menunjukkan 54% ketidaksetujuan, jajak pendapat Marist College yang menunjukkan 53% ketidaksetujuan, dan jajak pendapat Ipsos yang mencatat 55% ketidaksetujuan.
Trump telah membingkai langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari pengaturan ulang yang keras untuk memaksa industri kembali ke AS, klaim yang diulangnya kepada wartawan dalam pidatonya di Michigan.
"Mereka semua ingin kembali ke Michigan dan membuat mobil lagi," ujar dia. "Anda tahu mengapa? Karena kebijakan pajak dan tarif kita."
Michigan Penting
Melaporkan dari rapat umum tersebut, Patty Culhane dari Al Jazeera mengatakan lokasi tersebut penting.
Trump memenangkan apa yang disebut sebagai negara bagian medan pertempuran Michigan dalam pemilihan tahun lalu, tetapi negara bagian tersebut, dan ketergantungannya pada industri otomotif, bisa menjadi salah satu yang paling terpukul oleh kebijakan tarifnya.
“Kami hanya berjarak sekitar 20 mil (32 km) dari Detroit, Michigan. Itu adalah rumah bagi tiga produsen mobil terbesar: General Motors, Ford, dan Stellantis,” ujar Culhane.
“Kami telah melihat produsen mobil benar-benar menentang tarif ini karena hampir tidak ada mobil yang diproduksi sepenuhnya di Amerika Serikat, seperti yang diinginkan Donald Trump,” papar dia.
“Sementara itu, di antara kerumunan, Anda melihat banyak kaus bertuliskan ‘UAW’, serikat pekerja United Auto Workers. Serikat pekerja mendukung tarif ini karena mereka percaya, dalam jangka panjang, hal itu akan memaksa perusahaan untuk membawa pekerjaan kembali ke AS,” ungkap dia.
Jajak pendapat terkini menunjukkan antusiasme di antara para pendukung Trump pada rapat umum di Michigan tidak tercermin di masyarakat luas, dengan hampir setiap lembaga survei besar menemukan ketidaksetujuan yang lebih tinggi daripada persetujuan untuk presiden dalam beberapa hari terakhir.
Ini termasuk jajak pendapat Morning Consult dan New York Times/Siena yang menunjukkan 54% ketidaksetujuan, jajak pendapat Marist College yang menunjukkan 53% ketidaksetujuan, dan jajak pendapat Ipsos yang mencatat 55% ketidaksetujuan.
Lihat Juga :