Di Ambang Perang dengan Pakistan, Kapal Perang India Tembakkan Rudal BrahMos

Senin, 28 April 2025 - 08:23 WIB
loading...
Di Ambang Perang dengan...
Salah satu kapal perang India tembakkan rudal jelajah BrahMos dalam latihan tembak langsung di Laut Arab. Manuver ini berlangsung ketika India dan Pakistan di ambang perang. Foto/X @indiannavy
A A A
NEW DELHI - Sejumlah kapal perang India telah menembakkan rudal jelajah BrahMos dalam latihan tembak langsung di Laut Arab. Unjuk kekuatan ini berlangsung ketika India dan Pakistan sedang di ambang perang.

Pertikaian kedua negara bersenjata nuklir ini terus memanas, menyusul serangan teror yang menewaskan 26 turis Hindu di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada Selasa lalu.

Melalui unggahan di X pada Minggu (27/4/2025), Angkatan Laut India membagikan video dan foto manuver rudal-rudal jelajah BrahMos anti-kapal dan anti-permukaan.

Baca Juga: Seteru Memanas, Menteri Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir

"Siap tempur, kredibel, dan siap menghadapi masa depan untuk menjaga kepentingan maritim bangsa," tulis Angkatan Laut India via akun @indiannavy.

"Kapal Angkatan Laut India melakukan peluncuran [rudal] anti-kapal secara sukses untuk menguji ulang dan menunjukkan kesiapan platform, sistem, dan kru untuk serangan ofensif presisi jarak jauh," imbuh Angkatan Laut India.

Menurut laporan NDTV, Senin (28/4/2025), latihan tersebut melibatkan beberapa kapal perusak dan fregat yang menembakkan rudal jelajah BrahMos. Salah satu momen pentingnya adalah saat kapal perusak terbaru buatan dalam negeri, INS Surat, sukses menghancurkan target laut dengan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah (MR-SAM).

Financial Express melaporkan INS Surat sebagai salah satu kapal perusak terbesar dan tercanggih di dunia yang sebagian besar komponennya dibuat di dalam negeri.

Terkait pembantaian 26 turis Hindu oleh kelompok milisi bersenjata di Lembah Baisaran, Kashmir, India menuduh Pakistan mendukung infiltrasi para milisi di Kashmir. Namun, Islamabad menyangkal keras.

Kelompok militan The Resistance Front (TRF), yang diduga berafiliasi dengan Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, mengeklaim bertanggung jawab atas pembantaian 26 turis Hindu di Kahsmir.

Polisi India menyatakan dua dari pelaku serangan meurpakan warga negara Pakistan.

Sebagai respons, India menurunkan tingkat hubungan diplomatik, mengusir diplomat Pakistan, menutup perbatasan darat, dan menangguhkan Perjanjian Air Sungai Indus yang vital.

Pakistan membalas dengan menutup wilayah udaranya untuk maskapai India dan menghentikan pengiriman barang menuju India dari negara ketiga.

Situasi di perbatasan semakin memburuk dengan terjadinya baku tembak antara pasukan India dan Pakistan di sepanjang Line of Control (LoC) di Kashmir selama tiga malam berturut-turut.

Pasukan keamanan India juga terus melakukan operasi anti-teror di wilayah tersebut.

Dalam wawancara dengan Sky News, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif memperingatkan bahwa konfrontasi ini berpotensi berkembang menjadi "perang habis-habisan" dengan "konsekuensi tragis", mengingat kedua negara sama-sama memiliki senjata nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved