Iran Tawarkan Kemitraan Energi Nuklir dengan AS

Jum'at, 25 April 2025 - 19:45 WIB
loading...
A A A
Dia juga mengungkap keterlibatan putra Khomeini dan pejabat tinggi lainnya dalam apa yang menjadi pembunuhan massal terorganisasi terbesar di Republik Islam tersebut.

Jumlah pasti orang yang dieksekusi tidak pernah dikonfirmasi secara resmi, tetapi Montazeri merujuk pada 3.000 korban dalam rekaman tersebut.

Akan tetapi, sumber yang dekat dengan keluarga tersebut yakin jumlah sebenarnya bahkan lebih tinggi.

Reza Moeini, seorang kerabat salah satu tahanan, Heybatollah Moeini, menulis tentang pentingnya rekaman tersebut, “Ini mengonfirmasi keterlibatan dan pengetahuan para pemimpin Republik Islam dalam pembantaian ini. Ini berarti seluruh sistem pada saat itu bertanggung jawab.”

Iran membayar harga masa lalu, menurut mantan orang dalam.

Sadegh Zibakalam, yang pernah mendukung kebijakan garis keras Republik Islam pada tahun 1980-an, mengatakan Iran sekarang membayar harga masa lalunya dengan harus bernegosiasi dengan tim Donald Trump.

Sekarang dianggap sebagai seorang reformis dengan pandangan anti kemapanan, komentarnya banyak dibagikan media reformis dan dikritik keras media yang mendukung pemerintah.

Selama debat di Teheran dengan seorang tokoh konservatif tentang putaran terakhir perundingan nuklir, Zibakalam berkata, "Saya yakin Republik Islam sekarang membayar masa lalunya; bagaimana ia memperlakukan Jimmy Carter, yang mendukung hak asasi manusia dan kebebasan. Cara ia memperlakukan (Barack) Obama yang terpelajar dan beradab. Cara ia memperlakukan (Joe) Biden, yang tidak terobsesi dengan kekuasaan.”

"Sekarang, Iran dipaksa untuk bernegosiasi dengan Trump, dan kita semua tahu bagaimana ia berperilaku," ujar dia.

Zibakalam, pensiunan profesor ilmu politik yang memulai kariernya dengan mendukung kaum radikal Islam tetapi kemudian menjadi kritikus yang mapan, menghadapi reaksi keras dari harian Javan.

Javan, yang didukung Korps Garda Revolusi Islam, menuduhnya menyebarkan kebohongan dan membuat pernyataan palsu.

Pada bulan Januari, akademisi tersebut menimbulkan kehebohan dengan komentar yang dibuatnya di Doha, ketika ia mengatakan banyak orang Iran membenci Palestina dan mendukung perdana menteri Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Berita Terkini
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved