3 Kota Judi di Kamboja yang Telan Puluhan Korban Warga Negara Indonesia

Kamis, 24 April 2025 - 16:00 WIB
loading...
3 Kota Judi di Kamboja...
2 dari 25 situs perjudian ilegal yang dibagikan akun media sosial Komisi Manajemen Perjudian Komersial Kamboja (CGMC). Foto/cgmc
A A A
PHNOM PEHN - Beberapa kota di Kamboja telah menjadi pusat aktivitas perjudian online ilegal yang berdampak serius terhadap warga negara Indonesia (WNI).

Banyak WNI menjadi korban penipuan lowongan kerja palsu yang menjanjikan posisi seperti customer service atau staf IT dengan gaji tinggi.

Namun, sesampainya di Kamboja, mereka dipaksa bekerja di perusahaan judi online ilegal dengan kondisi kerja yang buruk, jam kerja panjang, dan ancaman kekerasan fisik jika tidak memenuhi target.

Beberapa korban bahkan disekap dan disiksa, serta dipaksa membayar "denda" besar untuk dibebaskan.

Kota-Kota Judi di Kamboja yang Menjadi Sorotan

1. Sihanoukville


Kota pelabuhan di selatan Kamboja ini dikenal sebagai pusat perjudian yang dikuasai investor asing, terutama dari China.

Banyak WNI dilaporkan disekap dan dieksploitasi di sini. Kasus-kasus penipuan kerja dan penyekapan WNI banyak terjadi di kota ini.

2. Bavet


Terletak di perbatasan Kamboja-Vietnam, Bavet menjadi lokasi perusahaan-perusahaan judi online yang mempekerjakan ratusan pekerja asing, termasuk WNI.

Para pekerja sering kali disekap dan dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi.

3. Poipet


Kota perbatasan dengan Thailand ini juga menjadi lokasi penyekapan WNI yang dijebak dengan tawaran kerja palsu.

Beberapa korban melaporkan disekap dan dipaksa bekerja di perusahaan judi online ilegal di kota ini.

Tindakan Pemerintah Indonesia


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar di Phnom Penh telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan dan memulangkan WNI yang menjadi korban.

Sejak 2021, lebih dari 160 WNI telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah juga bekerja sama dengan otoritas Kamboja untuk menindak sindikat perdagangan manusia dan penipuan kerja yang menyasar WNI.

Imbauan untuk Masyarakat


Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi dengan persyaratan mudah, terutama yang disebarkan melalui media sosial.

Sebelum menerima tawaran kerja di luar negeri, pastikan untuk memverifikasi informasi tersebut melalui instansi resmi seperti Kementerian Ketenagakerjaan atau Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Baca juga: Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia, Bagai Langit dan Bumi?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Menteri Israel Hina...
Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah
Israel Culik 5 dari...
Israel Culik 5 dari 9 WNI yang Gabung Global Sumud Flotilla, Ini Respons Kemlu RI
Update Kecelakaan Kapal...
Update Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia, 7 WNI Meninggal Dunia
KBRI Kuala Lumpur Pantau...
KBRI Kuala Lumpur Pantau Pencarian 14 WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia
KJRI Kuching Kawal Pemulangan...
KJRI Kuching Kawal Pemulangan 2 Jenazah PMI dan Deportasi 151 WNI dalam Dua Hari
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved