Dunia Berduka, Lonceng Gereja-gereja Berdentang untuk Paus Fransiskus
Senin, 21 April 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Gedung Putih membagikan penghormatan di media sosial, dengan menulis “Beristirahatlah dalam Damai, Paus Fransiskus” di samping foto Paus yang bertemu Presiden Donald Trump dan Ibu Negara.
Wakil Presiden JD Vance, yang bertemu Paus pada hari Minggu, berkata, “Hati saya tertuju pada jutaan orang Kristen di seluruh dunia yang mencintainya.”
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan “belasungkawa yang tulus,” memuji upaya Fransiskus untuk memperkuat hubungan antara Gereja Ortodoks Rusia dan Gereja Katolik.
Patriarkat Moskow menggemakan sentimen tersebut, dengan mengatakan mendiang Paus telah memainkan peran kunci dalam memajukan dialog antara kedua cabang agama Kristen tersebut.
Perdana Menteri India Narendra Modi berkata, “Paus Fransiskus akan selalu dikenang sebagai mercusuar kasih sayang, kerendahan hati, dan keberanian spiritual oleh jutaan orang di seluruh dunia. Ia dengan tekun melayani orang miskin dan tertindas. Bagi mereka yang menderita, ia menyalakan semangat harapan.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji Paus Fransiskus atas solidaritasnya yang tak pernah pudar dengan masyarakat yang paling rentan.
"Di masa perang dan kebrutalan ini, ia memiliki kepekaan terhadap sesama, terhadap mereka yang paling rapuh," ungkap Macron, memuji kerendahan hatinya.
Di Filipina, yang memiliki populasi Katolik terbesar di Asia, Presiden Ferdinand Marcos Jr menyebut Fransiskus sebagai "Paus terbaik dalam hidup saya," memuji kerendahan hati, iman, dan belas kasihnya bagi orang miskin.
Kardinal Pablo Virgilio David mengungkapkan keterkejutannya dan mendesak gereja-gereja membunyikan lonceng dan memanggil orang-orang untuk berdoa bagi "istirahat abadi" Paus.
Presiden Polandia Andrzej Duda memuji Fransiskus sebagai "rasul belas kasih yang agung", dan mengatakan teladan Paus menawarkan jawaban atas tantangan kontemporer. "Dalam pelayanan pastoralnya, ia dibimbing oleh kerendahan hati dan kesederhanaan," ujar dia.
Spanyol telah mengumumkan tiga hari berkabung. Menteri Kehakiman Felix Bolanos mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa negara tersebut menyesalkan "kematian seorang pria yang baik dan seorang paus yang hebat," dan memuji kepausan "reformis" Fransiskus yang "akan meninggalkan warisan bagi sejarah".
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Fransiskus akan diratapi warga Australia dari semua agama, menggambarkannya sebagai "seorang pejuang yang berbakti dan ayah yang penyayang" bagi umat Katolik.
"Belas kasihannya merangkul seluruh umat manusia," ujar Albanese kepada ABC News. "Dia mendesak kita untuk mendengar seruan bumi dan mengingat semua yang kita miliki bersama."
Wakil Presiden JD Vance, yang bertemu Paus pada hari Minggu, berkata, “Hati saya tertuju pada jutaan orang Kristen di seluruh dunia yang mencintainya.”
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan “belasungkawa yang tulus,” memuji upaya Fransiskus untuk memperkuat hubungan antara Gereja Ortodoks Rusia dan Gereja Katolik.
Patriarkat Moskow menggemakan sentimen tersebut, dengan mengatakan mendiang Paus telah memainkan peran kunci dalam memajukan dialog antara kedua cabang agama Kristen tersebut.
Perdana Menteri India Narendra Modi berkata, “Paus Fransiskus akan selalu dikenang sebagai mercusuar kasih sayang, kerendahan hati, dan keberanian spiritual oleh jutaan orang di seluruh dunia. Ia dengan tekun melayani orang miskin dan tertindas. Bagi mereka yang menderita, ia menyalakan semangat harapan.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji Paus Fransiskus atas solidaritasnya yang tak pernah pudar dengan masyarakat yang paling rentan.
"Di masa perang dan kebrutalan ini, ia memiliki kepekaan terhadap sesama, terhadap mereka yang paling rapuh," ungkap Macron, memuji kerendahan hatinya.
Di Filipina, yang memiliki populasi Katolik terbesar di Asia, Presiden Ferdinand Marcos Jr menyebut Fransiskus sebagai "Paus terbaik dalam hidup saya," memuji kerendahan hati, iman, dan belas kasihnya bagi orang miskin.
Kardinal Pablo Virgilio David mengungkapkan keterkejutannya dan mendesak gereja-gereja membunyikan lonceng dan memanggil orang-orang untuk berdoa bagi "istirahat abadi" Paus.
Presiden Polandia Andrzej Duda memuji Fransiskus sebagai "rasul belas kasih yang agung", dan mengatakan teladan Paus menawarkan jawaban atas tantangan kontemporer. "Dalam pelayanan pastoralnya, ia dibimbing oleh kerendahan hati dan kesederhanaan," ujar dia.
Spanyol telah mengumumkan tiga hari berkabung. Menteri Kehakiman Felix Bolanos mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa negara tersebut menyesalkan "kematian seorang pria yang baik dan seorang paus yang hebat," dan memuji kepausan "reformis" Fransiskus yang "akan meninggalkan warisan bagi sejarah".
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Fransiskus akan diratapi warga Australia dari semua agama, menggambarkannya sebagai "seorang pejuang yang berbakti dan ayah yang penyayang" bagi umat Katolik.
"Belas kasihannya merangkul seluruh umat manusia," ujar Albanese kepada ABC News. "Dia mendesak kita untuk mendengar seruan bumi dan mengingat semua yang kita miliki bersama."
Lihat Juga :