Turki Hancurkan Terowongan 121 Km di Suriah Utara sejak Januari

Sabtu, 19 April 2025 - 10:45 WIB
loading...
Turki Hancurkan Terowongan...
Kendaraan militer Turki dengan persenjataan, peralatan, dan sistem canggih produksi dalam negeri terlihat di Pos Perbatasan Ziyaret di perbatasan Suriah di distrik Altinozu, Hatay, Turki. Foto/Cem Genco/Anadolu Agency
A A A
ANKARA - Turki telah menghancurkan hampir 121 kilometer terowongan di Suriah utara, dekat perbatasan Turki, sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung.

Data itu diungkap Kementerian Pertahanan Nasional (Kemhan) Turki pada Kamis (17/4/2025), dilansir Anadolu Agency.

Dalam pengarahan di ibu kota, Ankara, juru bicara Kemhan Turki Zeki Akturk mengatakan kepada wartawan bahwa berbagai upaya sedang dilakukan untuk membangun perdamaian, keamanan, dan stabilitas yang langgeng di zona operasi Turki di Suriah, serta untuk memfasilitasi pemulangan warga Suriah dengan aman ke lingkungan yang aman.

Dalam konteks ini, Akturk mengatakan, “Sebagai bagian dari operasi penghancuran terowongan yang dimulai pada tanggal 8 Januari 2025, hampir 66 kilometer terowongan telah dihancurkan di wilayah Tel Rifat dan 55 kilometer di wilayah Manbij.”

Terowongan tersebut diyakini telah digunakan kelompok teroris di wilayah tersebut.

“Upaya untuk mendeteksi dan menghancurkan ranjau, alat peledak rakitan, dan terowongan di wilayah tersebut terus berlanjut tanpa henti,” imbuh dia.

Pasukan Turki telah dikerahkan di wilayah perbatasan Suriah utara untuk mencegah terbentuknya koridor teroris yang akan mengancam keamanan Turki dan keselamatan penduduk setempat.

Akturk lebih lanjut mengatakan 1.465 orang telah ditangkap saat mencoba menyeberangi perbatasan secara ilegal sejak awal tahun, sementara 23.709 orang lainnya dicegah menyeberang.

Konflik Turki dan Israel di Suriah


Mengenai pembahasan mekanisme de-konflik antara Turki dan Israel di Suriah, sumber Kementerian menekankan hal ini bukan merupakan normalisasi hubungan.

“Mekanisme non-konflik antara Turki dan Israel bukanlah bentuk normalisasi,” ungkap sumber tersebut. “Ini adalah struktur komunikasi dan koordinasi yang ditujukan untuk mencegah konflik langsung antara kedua negara, memastikan kegiatan militer di Suriah dilakukan dengan aman dan terkendali, serta menghindari insiden yang tidak diinginkan.”

Terkait pengumuman terbaru Yunani mengenai Rencana Tata Ruang Laut di Mediterania Timur dan Laut Aegea, Kementerian mengutuk tindakan tersebut, menyebutnya ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

Kementerian menekankan pembagian zona maritim yang adil dan legal di wilayah tersebut hanya dapat dicapai melalui dialog dan niat baik bersama, serta menolak tindakan Yunani yang mengabaikan sengketa yang sedang berlangsung.

Baca juga: Bangsa di Balik Jeruji Besi: Mengapa Israel Penjarakan 10.000 Warga Palestina?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved