10 Orang Sekeluarga, Termasuk 7 Anak, Tewas Dibom Israel di Gaza
Sabtu, 12 April 2025 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
Berbicara dalam konferensi pers di Jenewa, dia mengatakan blokade total yang diberlakukan sejak 2 Maret telah menghentikan pengiriman semua makanan dan pasokan medis.
Tedros menekankan bahwa blokade tersebut memaksa keluarga-keluarga di Gaza mengalami kelaparan ekstrem, merampas air bersih, tempat tinggal, dan layanan kesehatan, serta secara signifikan meningkatkan risiko penyakit dan kematian.
Kekerasan Israel yang kembali terjadi pada 18 Maret telah melanggar gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari. Aksi militer terbaru telah menewaskan ratusan warga Palestina dan melukai lebih banyak lagi, terutama warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Meskipun pelanggaran tersebut telah dikutuk oleh banyak negara dan kelompok hak asasi manusia, Amerika Serikat tetap mendukung Israel, dengan menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan sebelumnya dari Washington.
Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 50.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan meninggalkan Gaza dalam kondisi hancur.
Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, menuduh mereka melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional (ICJ) atas tindakannya di daerah kantong yang terkepung tersebut.
Tedros menekankan bahwa blokade tersebut memaksa keluarga-keluarga di Gaza mengalami kelaparan ekstrem, merampas air bersih, tempat tinggal, dan layanan kesehatan, serta secara signifikan meningkatkan risiko penyakit dan kematian.
Kekerasan Israel yang kembali terjadi pada 18 Maret telah melanggar gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari. Aksi militer terbaru telah menewaskan ratusan warga Palestina dan melukai lebih banyak lagi, terutama warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.
Meskipun pelanggaran tersebut telah dikutuk oleh banyak negara dan kelompok hak asasi manusia, Amerika Serikat tetap mendukung Israel, dengan menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan sebelumnya dari Washington.
Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 50.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan meninggalkan Gaza dalam kondisi hancur.
Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, menuduh mereka melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional (ICJ) atas tindakannya di daerah kantong yang terkepung tersebut.
(mas)
Lihat Juga :