Memanas, Beijing Sebut Wapres AS JD Vance Bodoh Gara-gara Komentar tentang Petani China

Rabu, 09 April 2025 - 07:21 WIB
loading...
Memanas, Beijing Sebut...
China sebut Wapres AS JD Vance bodoh setelah berkomentar tentang petani China. Foto/Screenshot video USA Today
A A A
BEIJING - Pemerintah China menyebut Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance bodoh dan tidak sopan. Reaksi Beijing ini sebagai respons atas komentar Vance bahwa Amerika meminjam uang dari petani China untuk membeli barang-barang produksi petani tersebut.

Wapres Vance membuat komentar tersebut selama wawancara dengan Fox News, membela kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan mengkritik ekonomi global.

"Apa yang didapat ekonomi globalis bagi Amerika Serikat? Dan jawabannya, pada dasarnya, ekonomi globalis didasarkan pada dua prinsip—menanggung utang dalam jumlah besar untuk membeli barang-barang yang dibuat negara lain untuk kita," kata Vance kepada program berita "Fox & Friends" di Fox News.

Baca Juga: Wanita Ini Tidur di Toilet Kantornya karena Tak Mampu Sewa Rumah, Itu Pun Bayar Rp116.000 Per Bulan

"Untuk membuatnya sedikit lebih jelas, kita meminjam uang dari petani China untuk membeli barang-barang yang diproduksi oleh petani China tersebut," lanjut dia.

"Itu bukan resep untuk kemakmuran ekonomi, itu bukan resep untuk harga rendah, dan itu bukan resep untuk pekerjaan yang baik di Amerika Serikat," imbuh dia.

Pemerintah China mengecam keras komentar Vance. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan keheranannya atas pernyataan Wapres AS tersebut. "Sangat mengherankan sekaligus menyedihkan mendengar wakil presiden ini membuat pernyataan yang begitu bodoh dan tidak sopan," katanya, seperti dikutip dari NDTV, Rabu (9/4/2025).

Di platform media sosial China, khususnya Weibo, para pengguna telah mengejek komentar Vance dan membandingkan pernyataannya dengan latar belakang "orang desa"-nya sendiri.

Tanda pagar (tagar) tentang komentar Vance menjadi topik yang paling banyak dilihat di Weibo, dengan 140 juta tampilan. Banyak pengguna menunjukkan ironi dari komentar Vance, mengingat pendidikannya sebagai pekerja kelas bawah seperti yang digambarkan dalam memoarnya "Hillbilly Elegy".

"'Petani' sejati yang berasal dari pedesaan Amerika ini tampaknya kurang memiliki perspektif," kata Hu Xijin, mantan pemimpin redaksi tabloid milik pemerintah China; Global Times, di Weibo. "Banyak orang mendesaknya untuk datang dan melihat sendiri China."

"Kita mungkin petani, tetapi kita memiliki sistem kereta api berkecepatan tinggi terbaik di dunia, kemampuan logistik paling canggih, dan teknologi AI, pengemudian otonom, dan drone terdepan. Bukankah petani seperti itu cukup mengesankan?" tulis seorang pengguna Weibo, yang dikutip CNN.

"Lihat, ini wajah asli mereka—arogan dan kasar seperti biasa," imbuh pengguna Weibo lainnya.

Perseteruan ini terjadi saat Presiden Donald Trump menindaklanjuti ancamannya untuk mengenakan "tarif tambahan 50 persen" terhadap China mulai hari Rabu.

Gedung Putih mengumumkan bahwa hal ini akan menjadikan tarif baru Amerika terhadap China menjadi 104 persen yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Trump telah memberi China waktu 24 jam untuk mencabut atau "menarik" tarif balasan 34 persen yang dikenakannya terhadap barang-barang AS. Jika tidak, barang-barang China akan dikenakan tarif 104 persen.

Beijing menantang Washington untuk melakukannya hari ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved