Bos Shin Bet Israel Bongkar Akal-akalan Netanyahu Hindari Pengadilan Korupsi

Minggu, 06 April 2025 - 16:24 WIB
loading...
Bos Shin Bet Israel...
Kepala Shin Bet Ronen Bar (kanan) dan PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/haaretz
A A A
TEL AVIV - Kepala Shin Bet Ronen Bar mengungkapkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu "berulang kali menuntut" agar Bar memberi tahu para hakim dalam persidangan korupsi bahwa perdana menteri tidak boleh diizinkan untuk bersaksi di pengadilan secara teratur karena alasan keamanan.

Media Israel melaporkan hal itu pada hari Jumat (4/4/2025).

Menurut Times of Israel, Bar mengklaim dalam surat kepada Pengadilan Tinggi menjelang sidang pekan depan mengenai petisi terhadap keputusan pemerintah untuk memecatnya.

Bar mengatakan penolakannya mematuhi permintaan Netanyahu untuk menghalangi pengadilan korupsi itu menyebabkan rusaknya kepercayaan antara keduanya.

“Dia mencatat pekerjaannya mengharuskannya mempertahankan independensi profesional, daripada bertindak berdasarkan 'kesetiaan pribadi' kepada perdana menteri," ungkap laporan itu.

Netanyahu memecat Bar bulan lalu, dengan alasan hilangnya kepercayaan setelah operasi perlawanan 7 Oktober.

Namun, Pengadilan Tinggi Israel mengeluarkan perintah sementara yang mencegah pemecatan Bar oleh Netanyahu.

Ketakutan Diserang Hizbullah


Perdana menteri dilaporkan mengajukan tuntutan tersebut tahun lalu ketika Israel terlibat dalam pertempuran dengan gerakan Hizbullah di Lebanon.

Dia khawatir tentang potensi serangan pesawat nirawak Hizbullah di Pengadilan Distrik Yerusalem tempat persidangan diperkirakan akan diadakan, dan khawatir persidangan akan ditunda tanpa batas waktu, menurut laporan tersebut.

Para hakim malah memutuskan memindahkan proses persidangan ke Pengadilan Distrik Tel Aviv, "yang memiliki ruang bawah tanah yang dibentengi."

Bar juga menyiratkan dalam surat tersebut bahwa dia telah diminta menggunakan peralatan Shin Bet terhadap pengunjuk rasa Israel, tetapi ia menolak.

"Saya juga diminta menegakkan independensi profesional saya dalam berbagai acara yang terkait dengan penanganan badan intelijen terhadap masalah yang menyangkut warga negara Israel dan dalam segala hal yang terkait dengan pelaksanaan kewenangan badan intelijen untuk bertindak melawan warga negara," tulis kepala intelijen tersebut.

Dia juga mengatakan ia "khawatir akan masa depan Shin Bet" dan mendesak pengadilan membatalkan keputusan pemerintah untuk memecatnya, menurut laporan tersebut.

Qatargate Guncang Israel


Bar juga mengatakan, “Pemecatannya pada saat penyelidikan Qatargate akan mengirimkan pesan yang jelas kepada seluruh rantai komando di Shin Bet, termasuk kepada kepala lembaga berikutnya, bahwa jika seseorang tidak disukai oleh eselon politik, mereka akan segera dipecat."

Dia merujuk pada penyelidikan Shin Bet dan polisi yang sedang berlangsung atas dugaan transaksi terlarang antara pembantu dekat Netanyahu dan Qatar.

“Bar mengatakan ada kampanye pencemaran nama baik dan delegitimasi yang sedang berlangsung yang dirancang untuk menghalangi otoritas investigasi," ungkap laporan itu.

Kantor Netanyahu menolak pernyataan Bar, mengklaim itu "penuh kebohongan" dan "ternoda oleh konflik kepentingan yang parah," menurut laporan itu.

Lebih lanjut disebutkan Jaksa Agung Baharav-Miara juga secara resmi mengajukan petisinya terhadap pemecatan Bar, dengan mengatakan itu "ternoda oleh konflik kepentingan pribadi" dengan Netanyahu, "karena penyelidikan kriminal terhadap rekan-rekannya."

Pemerintah Netanyahu juga berupaya memecat Baharav-Miara.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Merilis Video Tahanan Israel: Waktu Hampir Habis
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved