Incar 3 Periode, Trump: Saya Tidak Bercanda

Senin, 31 Maret 2025 - 18:45 WIB
loading...
A A A
Namun Steve Bannon, sekutu luar utama presiden, telah menyatakan bahwa Trump memenuhi syarat karena amandemen tersebut tidak menentukan masa jabatan "berturut-turut".

Di DPR, Andy Ogles, seorang Republikan dari Tennessee, telah memperkenalkan undang-undang untuk memulai proses panjang penyempurnaan teks Amandemen ke-22 dan mengizinkan presiden yang menjabat tidak berturut-turut untuk menjabat masa jabatan ketiga selama empat tahun. Kata-kata dalam proposal Ogles akan mengecualikan mantan presiden yang menjabat dua periode seperti Barack Obama dari masa pensiun.

Mencabut atau mengubah Amandemen ke-22 akan membutuhkan dua pertiga suara di DPR dan Senat serta ratifikasi oleh tiga perempat negara bagian. Satu-satunya presiden yang menjabat lebih dari dua periode adalah Franklin D. Roosevelt. Amandemen ke-22 diratifikasi pada tahun 1951, beberapa tahun setelah Roosevelt meninggal saat menjabat.

"Itu ilegal. Dia tidak punya kesempatan. Itu saja yang bisa dikatakan," kata Michael Waldman, presiden dan CEO Brennan Center for Justice di sekolah hukum Universitas New York, kepada CNN bulan lalu.

Di akhir masa jabatan keduanya pada Januari 2029, Trump akan menjadi orang tertua yang pernah menjabat sebagai presiden pada usia 82 tahun dan 7 bulan, melampaui rekor pendahulunya Joe Biden. Biden berusia 82 tahun dan 2 bulan saat ia meninggalkan jabatannya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Pengembangan Sektor...
Pengembangan Sektor Maritim di Indonesia Butuh Data yang Komprehensif
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved