Blokade Israel Berlanjut saat Idulfitri, Warga Palestina di Gaza Kelaparan

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:45 WIB
loading...
Blokade Israel Berlanjut...
Perempuan Palestina membuat makanan tradisional menjelang Idulfitri di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Maret 2025. Foto/Mahmoud Zaki/Xinhua
A A A
GAZA - Juru bicara Kantor Media Pemerintah Gaza Ismail Al-Thawabta mengatakan "kelaparan meningkat" di daerah kantong itu karena blokade total Israel di wilayah itu hampir satu bulan.

Otoritas Palestina mengumumkan Idulfitri jatuh pada Minggu (30/3/2025) seperti juga Arab Saudi dan negara-negara Teluk.

"Kita berbicara tentang sekitar 20.000 truk bantuan yang seharusnya masuk ke Gaza tetapi Israel tidak mengizinkan satu pun masuk," ungkap Al-Thawabta. "Belum lagi dua ribu truk bahan bakar dan bahkan minyak goreng."

Juru bicara itu mengatakan kekurangan itu sekarang "menyebabkan banyak toko roti tutup di seluruh Gaza" dan penutupan ini terjadi bersamaan dengan serangan Israel terhadap dapur umum.

"Kami menganggap pemerintah Amerika Serikat (AS) dan tentara Israel bertanggung jawab atas kekurangan gizi dan kelaparan di Gaza dan kami mendesak masyarakat internasional memaksa pendudukan Israel membuka penyeberangan, menarik pasukannya dan mengizinkan bantuan dikirim sebelum terlambat," tegas dia.

Saat bom Israel menghujani Kota Gaza, Elina Saher al-Yazji berbicara kepada Al Jazeera tentang kekurangan parah makanan, air, dan obat-obatan yang dialaminya dan dua juta warga Palestina lainnya.

“Krisis kemanusiaan makin memburuk dari hari ke hari,” ujar al-Yazji, hampir sebulan setelah otoritas Israel menutup perbatasan darat dengan Mesir, menghalangi masuknya semua makanan.

Sementara itu, militer Israel telah mengumumkan peluncuran operasi darat baru di kota Rafah, di lingkungan al-Jnaina, yang terletak di timur, berdekatan dengan pinggiran wilayah Israel.

Militer Israel mengatakan pihaknya memperluas zona penyangga di sepanjang pinggiran Jalur Gaza.

Israel menciptakan apa yang disebut zona penyangga ini pada awal perang, dan membentang hingga sekitar 1 km (0,6 mil) atau lebih.

Dan ketika pasukan Israel melakukan operasi untuk memperluas zona ini, mereka meluncurkan serangan darat dan udara secara bersamaan terhadap bangunan tempat tinggal yang tersisa di daerah tersebut.

Hal ini dilakukan untuk meratakan seluruh lanskap dan membentuk realitas baru, di mana tidak ada ancaman dari pejuang bersenjata Palestina.

Semua ini berarti akan ada penghancuran lebih lanjut terhadap infrastruktur sipil, termasuk jalan dan rumah.

Hal ini terjadi setelah militer Israel memulai serangan ke kota Rafah sepekan yang lalu, yang mengakibatkan sembilan petugas medis Palestina menghilang.

Nasib mereka masih belum diketahui karena serangan Israel yang terus berlanjut.

Perluasan zona penyangga ini oleh militer Israel juga merupakan tanda mereka bermaksud mengklaim kedaulatan atas wilayah tersebut, dan tanah ini dapat dianeksasi jika tidak ada terobosan dalam arena diplomatik.

Baca juga: Iran Tidak Peduli dan Tak Takut dengan Ancaman Trump
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
Berita Terkini
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved