Profil Anatoliy Barhylevych, Kepala Staf AD Ukraina yang Dicopot karena Gagal Melawan Rusia

Senin, 17 Maret 2025 - 14:57 WIB
loading...
Profil Anatoliy Barhylevych,...
Letnan Jenderal Anatoliy Barhylevych, Kepala Staf AD Ukraina yang dicopot karena dianggap gagal melawan invasi Rusia. Foto/tro.mil.gov.ua
A A A
JAKARTA - Letnan Jenderal Anatoliy Barhylevych telah resmi diberhentikan Presiden Volodymyr Zelensky dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (AD) Ukraina.

Posisinya digantikan oleh Mayor Jenderal Andriy Hnatov.

Mayor Jenderal Hnatov diketahui memiliki lebih dari 27 tahun pengalaman militer, memimpin brigade marinir, pasukan Komando Operasional Timur, dan Pasukan Gabungan.

Baca Juga: Kewalahan Hadapi Rusia di Medan Perang, Jenderal Komandan Angkatan Darat Ukraina Diganti

Menteri Pertahanan Rustem Umerov menekankan jika perubahan dalam Angkatan Bersenjata diperlukan untuk meningkatkan kemampuan tempur. Untuk tujuan ini, sistem komando sedang diubah dan standar yang jelas sedang diperkenalkan.

Profil Anatoliy Barhylevych


Anatoliy Vladyslavovych Barhylevych, lahir pada 8 April 1969 di Omelianivka, Korosten Raion, Zhytomyr Oblast. Dia menjabat sebagai Kepala Staf AD Ukraina dari 9 Februari 2024 hingga 15 Maret 2025.

Karier militernya dimulai pada tahun 1986, dan sejak itu dia telah memegang berbagai posisi penting dalam militer Ukraina.

Pada tahun 2023, Barhylevych diangkat sebagai Komandan Pasukan Pertahanan Teritorial, sebuah unit yang berperan penting dalam pertahanan wilayah Ukraina.

Lalu pada 9 Februari 2024, Presiden Volodymyr Zelensky menunjuk Barhylevych sebagai Kepala Staf AD Ukraina, menggantikan Letnan Jenderal Serhiy Shaptala.

Penunjukan ini dilakukan atas rekomendasi Panglima Militer Jenderal Oleksandr Syrskyi, yang menilai Barhylevych sebagai sosok berpengalaman yang memahami tugas-tugas dalam situasi perang dan tujuan-tujuan Ukraina.

Selama masa jabatannya sebagai Kepala Staf AD, Barhylevych berperan dalam merumuskan strategi pertahanan Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

Dia bekerja sama dengan pimpinan militer lainnya untuk meningkatkan efektivitas operasional dan koordinasi di medan perang.

Sayangnya, posisi Barhylevych harus digantikan oleh Hnatov pada 15 Maret 2025 setelah dianggap gagal memimpin militer Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved