Dituding Mendukung Hamas, AS Tangkap Lagi Mahasiswi Cantik Asal Palestina

Sabtu, 15 Maret 2025 - 16:15 WIB
loading...
A A A
Menteri Pendidikan Linda McMahon menunjuk pada peningkatan laporan aksi anti-Semitisme setelah serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada Oktober 2023 sebagai alasan pembatalan.

“Sejak 7 Oktober, mahasiswa Yahudi menghadapi kekerasan, intimidasi, dan pelecehan anti-Semit yang tak henti-hentinya di kampus mereka — tetapi diabaikan oleh mereka yang seharusnya melindungi mereka,” kata McMahon dalam rilis berita yang menyertainya.

“Universitas harus mematuhi semua undang-undang antidiskriminasi federal jika mereka akan menerima dana federal.”

Menurut Departemen Pendidikan, Columbia saat ini menerima sekitar $5 miliar dalam bentuk hibah dan kontrak federal. Awal minggu ini, sekolah tersebut bergerak untuk mengeluarkan atau menangguhkan siswa yang terlibat dalam protes antiperang.

Namun, beberapa aktivis mempertanyakan apakah pemerintahan Trump benar-benar termotivasi untuk memerangi kejahatan kebencian — atau apakah anti-Semitisme digunakan sebagai kedok untuk memajukan tujuan politik lainnya.

Pada hari Kamis, para aktivis dari Jewish Voice for Peace dan kelompok-kelompok lain berkumpul di Trump Tower di New York City untuk memprotes penangkapan Khalil, mengenakan kaus merah bertuliskan slogan "Bukan atas nama kami".

Ketika muncul laporan tentang petugas Keamanan Dalam Negeri yang menggeledah kamar asrama Universitas Columbia, para kritikus khawatir hak-hak sipil mahasiswa mungkin dilanggar.

"Kami percaya bahwa jika Anda ada di sini, Anda tidak boleh ditangkap, diseret, dan dideportasi karena terlibat dalam protes yang merupakan hak semua teman sekelas Anda," tulis Greg Lukianoff, CEO Foundation for Individual Rights and Expression (FIRE), di media sosial pada hari Jumat.

Pemerintahan Trump telah mengutip bagian yang jarang digunakan dari Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan sebagai pembenaran untuk deportasi yang direncanakan.

Undang-undang tersebut menyatakan bahwa menteri luar negeri memiliki hak untuk mengecualikan, "dalam keadaan tertentu", warga negara asing yang masuk ke AS "berpotensi memiliki konsekuensi kebijakan luar negeri yang merugikan bagi Amerika Serikat".

Para ahli menunjukkan bahwa Mahkamah Agung telah berulang kali menegakkan hak konstitusional untuk kebebasan berbicara bagi para imigran di AS.

“Apa yang terjadi pada Mahmoud sungguh luar biasa, mengejutkan, dan keterlaluan,” kata pengacara Khalil, Ramzi Kassem, dalam pernyataan terbarunya dengan American Civil Liberties Union (ACLU). “Hal ini seharusnya membuat marah siapa pun yang percaya bahwa kebebasan berbicara seharusnya ada di Amerika Serikat.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Asal Usul Gaza Palestina,...
Asal Usul Gaza Palestina, Kota Penting Sejak Zaman Romawi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved