Bosnia Buru Presiden, Perdana Menteri dan Ketua Parlemen Republika Srpska
Kamis, 13 Maret 2025 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
Pengadilan yang berpusat di Sarajevo bulan lalu menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada Dodik dan melarangnya memegang jabatan presiden selama enam tahun karena menghalangi keputusan yang dibuat pengadilan konstitusi Bosnia dan menentang kewenangan utusan internasional Christian Schmidt.
Schmidt, yang berkebangsaan Jerman, secara resmi ditugaskan mengawasi pelaksanaan Perjanjian Damai Dayton tahun 1995.
Dodik sendiri tidak menghadiri vonisnya dan mengumumkan rencana agar Majelis Nasional Republika Srpska menolak putusan pengadilan dan melarang penegakan putusan apa pun yang dibuat badan peradilan negara Bosnia di wilayahnya.
Anggota parlemen Serbia Bosnia mengesahkan undang-undang yang melarang badan peradilan pusat dan polisi beroperasi di Republika Srpska.
Mahkamah Konstitusi Bosnia menangguhkan sementara undang-undang tersebut pada tanggal 6 Maret, sambil menunggu putusan akhir, tetapi Dodik bersikeras undang-undang baru tersebut harus dilaksanakan.
Radovan Kovacevic, juru bicara partai Dodik, Aliansi Demokrat Sosial Independen, membantah bahwa Presiden Dodik atau Republika Srpska telah "menyerang" tatanan konstitusional Bosnia.
Schmidt, yang berkebangsaan Jerman, secara resmi ditugaskan mengawasi pelaksanaan Perjanjian Damai Dayton tahun 1995.
Dodik sendiri tidak menghadiri vonisnya dan mengumumkan rencana agar Majelis Nasional Republika Srpska menolak putusan pengadilan dan melarang penegakan putusan apa pun yang dibuat badan peradilan negara Bosnia di wilayahnya.
Anggota parlemen Serbia Bosnia mengesahkan undang-undang yang melarang badan peradilan pusat dan polisi beroperasi di Republika Srpska.
Mahkamah Konstitusi Bosnia menangguhkan sementara undang-undang tersebut pada tanggal 6 Maret, sambil menunggu putusan akhir, tetapi Dodik bersikeras undang-undang baru tersebut harus dilaksanakan.
Radovan Kovacevic, juru bicara partai Dodik, Aliansi Demokrat Sosial Independen, membantah bahwa Presiden Dodik atau Republika Srpska telah "menyerang" tatanan konstitusional Bosnia.
Lihat Juga :