Pembajakan Kereta Api Pakistan Berakhir Mengerikan, Pemberontak Habisi 21 Sandera

Kamis, 13 Maret 2025 - 10:13 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Pakistan telah menolak tuntutan serupa di masa lalu, dan sedikitnya 30 militan tewas dalam baku tembak awal sejak Selasa lalu.

Hingga Rabu malam, pasukan keamanan Pakistan telah menyelamatkan 190 dari 450 penumpang yang awalnya berada di dalam kereta, menurut tiga pejabat keamanan senior setempat.

Helikopter mendukung pasukan Pakistan di wilayah terjal itu, kata juru bicara Shahid Rind, yang menggambarkan serangan itu sebagai "tindakan terorisme".

Itu adalah pertama kalinya kelompok separatis BLA membajak kereta api, meskipun kelompok tersebut telah menyerang kereta api sebelumnya.

BLA secara teratur menargetkan pasukan keamanan Pakistan dan di masa lalu juga menyerang warga sipil, termasuk warga negara China yang bekerja pada proyek bernilai miliaran dolar terkait Koridor Ekonomi China-Pakistan.

Pakistan menampung ribuan pekerja China yang membangun proyek infrastruktur besar, termasuk pelabuhan dan bandara di Balochistan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan: "China akan terus mendukung Pakistan dalam memajukan upaya kontraterorismenya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Gawat! Iran Ancam Tak...
Gawat! Iran Ancam Tak Lanjutkan Negosiasi dengan AS
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 16: Keputusan Mengejutkan Mila di Tengah Perebutan Harta Warisan!
Istana Buckingham Buka...
Istana Buckingham Buka Lowongan Videografer Kerajaan, Berapa Gajinya?
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Infografis
Syarat Naik Kereta Api...
Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Wajib PCR jika Belum Booster
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved