Militan Sandera 450 Penumpang Kereta di Pakistan

Rabu, 12 Maret 2025 - 11:04 WIB
loading...
Militan Sandera 450...
Orang-orang berkumpul di stasiun kereta api di Quetta, provinsi Balochistan, Pakistan, pada 11 Maret 2025. Foto/Str/Xinhua
A A A
ISLAMABAD - Militan bersenjata merebut satu kereta api di provinsi Balochistan, Pakistan, dan menyandera 450 penumpang, menurut kantor berita AFP.

“Tentara Pembebasan Baloch (BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan menyatakan para pejuangnya menyerang rel kereta api dengan bahan peledak sebelum menguasai kereta api di distrik terpencil Sibi,” tulis kantor berita tersebut, mengutip pernyataan yang dikeluarkan kelompok tersebut.

Seorang pejabat senior kereta api di Quetta, ibu kota provinsi tersebut, telah mengonfirmasi penyanderaan tersebut, menurut AFP. Masinis kereta api tersebut dikatakan telah terluka.

Dalam pernyataan BLA yang beredar di media sosial, kelompok tersebut mengklaim 11 personel militer telah tewas.

Para militan dilaporkan mengancam akan membunuh semua sandera jika otoritas Pakistan melancarkan operasi untuk membebaskan mereka.

Kelompok tersebut mengklaim telah membebaskan wanita, anak-anak, dan penumpang Baloch dari kereta, dan mengatakan telah menyandera 100 orang yang merupakan personel aktif militer Pakistan, polisi, pasukan antiterorisme negara itu, dan perwira intelijen.

BLA juga mengklaim telah menangkis serangan darat militer Pakistan, tetapi helikopter dan pesawat nirawak terus melakukan serangan udara.

Mereka menuntut penghentian segera pemboman udara, dengan peringatan jika tidak, para sandera akan dieksekusi dalam waktu satu jam.

BLA adalah kelompok separatis bersenjata yang telah lama berupaya memperoleh kemerdekaan bagi provinsi Balochistan dari pemerintah pusat di Islamabad.

Kelompok ini telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Pakistan dan dua negara lain: Inggris dan Amerika Serikat.

Balochistan adalah provinsi terbesar tetapi berpenduduk paling sedikit di Pakistan. Provinsi ini merupakan rumah bagi proyek pertambangan utama dan minoritas etnis Baloch.

Para pemberontak sering menargetkan polisi dan pasukan militer di wilayah tersebut, serta warga negara asing, khususnya warga negara China yang membantu pembangunan proyek infrastruktur Pakistan sebagai bagian dari Prakarsa Sabuk dan Jalan Beijing.

Selain separatis, pejuang Islam diketahui beroperasi di wilayah tersebut.

Kereta yang dimaksud dilaporkan adalah Jaffar Express, kereta penumpang yang dioperasikan setiap hari oleh Pakistan Railways antara Quetta dan Peshawar.

Pakistan telah berulang kali menuduh negara tetangga Afghanistan menyediakan tempat berlindung yang aman bagi para pejuang BLA, khususnya sebelum Taliban menguasai negara tersebut.

Tidak ada bukti pemerintah baru di Kabul menindak tegas para separatis.

Baca juga: Bagaimana Sikap Wapres Filipina setelah Bapaknya, Eks Presiden Duterte Ditangkap?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved