Donald Trump: Senjata Nuklir di Tangan AS dan Rusia Bisa Sebabkan Kiamat
Senin, 10 Maret 2025 - 11:09 WIB
loading...
Presiden Donald Trump memperingatkan senjata nuklir monster di tangan AS dan Rusia bisa menyebabkan kiamat dunia. Foto/Departemen Energi AS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memperingatkan bahwa senjata nuklir monster di tangan Amerika dan Rusia bisa menyebabkan "akhir dunia" atau kiamat.
Peringatan mengerikan itu disampaikan Trump dalam program berita Sunday Morning Futures, yang mengulas bahaya persediaan rudal nuklir di seluruh dunia.
Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa senjata nuklir AS dan Rusia jauh lebih unggul, tetapi mengakui bahwa China akan mengejar ketertinggalannya pada akhir dekade ini.
Baca Juga: Donald Trump: Seluruh Negara Harus Singkirkan Senjata Nuklir, Kekuatannya Gila!
Selama obrolan yang ditayangkan hari Minggu, Trump menyesalkan besarnya jumlah dolar Amerika yang dihabiskan untuk senjata nuklir yang dia sebut "monster besar", yang dapat menyebabkan kiamat dunia.
"Yang terbesar ada di rak-rak di berbagai negara yang disebut 'senjata nuklir' yang merupakan monster besar yang dapat meledakkan kepala Anda sejauh bermil-mil," katanya.
"Sangat disayangkan Anda harus menghabiskan semua uang ini untuk sesuatu yang jika digunakan, mungkin akan menjadi kiamat dunia," paparnya, yang dikutip The Mirror, Senin (10/3/2025).
Pekan lalu, Trump mengungkapkan betapa dia ingin memulai kembali perundingan pengurangan senkata nuklir dengan Rusia dan China dengan harapan kedua negara itu dapat sepakat untuk memangkas anggaran pertahanan mereka yang besar hingga setengahnya.
"Tidak ada alasan bagi kita untuk membangun senjata nuklir baru, kita sudah memiliki begitu banyak," kata Trump, yang berbicara dari Oval Office.
"Anda dapat menghancurkan dunia 50 kali lipat, 100 kali lipat. Dan di sini kita sedang membangun senjata nuklir baru, dan mereka sedang membangun senjata nuklir. Kita semua menghabiskan banyak uang yang sebenarnya dapat kita belanjakan untuk hal-hal lain, yang diharapkan jauh lebih produktif," paparnya.
"Salah satu pertemuan pertama yang ingin saya lakukan adalah dengan Presiden Xi dari China, Presiden [Vladimir] Putin dari Rusia. Dan saya ingin mengatakan, 'mari kita potong anggaran militer kita menjadi setengahnya'. Dan kita dapat melakukannya. Dan saya pikir kita akan mampu melakukannya," imbuh Trump.
Trump sebelumnya juga memberi tahu para pemimpin Iran untuk meluncurkan negosiasi nuklir tingkat tinggi dalam sebuah surat yang tampaknya mengancam negara itu dengan tindakan militer.
Dia mengaku telah menulis surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan mengatakan kepadanya bahwa dia berharap mereka "akan bernegosiasi" karena, jika tidak, pemerintahannya "mungkin harus turun tangan secara militer".
Dia mengatakan kepada pewawancara Fox News bahwa akan menjadi "hal yang mengerikan" untuk mengambil tindakan, seraya menambahkan dia dapat membuat kesepakatan yang akan memberikan hasil "sama baiknya dengan jika Anda menang secara militer".
Dia mengatakan dalam sebuah wawancara lain, yang disiarkan pada akhir pekan: "Saya telah menulis surat kepada mereka yang mengatakan, 'Saya harap Anda akan bernegosiasi karena jika kita harus menggunakan kekuatan militer, itu akan menjadi hal yang mengerikan."
Peringatan mengerikan itu disampaikan Trump dalam program berita Sunday Morning Futures, yang mengulas bahaya persediaan rudal nuklir di seluruh dunia.
Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa senjata nuklir AS dan Rusia jauh lebih unggul, tetapi mengakui bahwa China akan mengejar ketertinggalannya pada akhir dekade ini.
Baca Juga: Donald Trump: Seluruh Negara Harus Singkirkan Senjata Nuklir, Kekuatannya Gila!
Selama obrolan yang ditayangkan hari Minggu, Trump menyesalkan besarnya jumlah dolar Amerika yang dihabiskan untuk senjata nuklir yang dia sebut "monster besar", yang dapat menyebabkan kiamat dunia.
"Yang terbesar ada di rak-rak di berbagai negara yang disebut 'senjata nuklir' yang merupakan monster besar yang dapat meledakkan kepala Anda sejauh bermil-mil," katanya.
"Sangat disayangkan Anda harus menghabiskan semua uang ini untuk sesuatu yang jika digunakan, mungkin akan menjadi kiamat dunia," paparnya, yang dikutip The Mirror, Senin (10/3/2025).
Pekan lalu, Trump mengungkapkan betapa dia ingin memulai kembali perundingan pengurangan senkata nuklir dengan Rusia dan China dengan harapan kedua negara itu dapat sepakat untuk memangkas anggaran pertahanan mereka yang besar hingga setengahnya.
"Tidak ada alasan bagi kita untuk membangun senjata nuklir baru, kita sudah memiliki begitu banyak," kata Trump, yang berbicara dari Oval Office.
"Anda dapat menghancurkan dunia 50 kali lipat, 100 kali lipat. Dan di sini kita sedang membangun senjata nuklir baru, dan mereka sedang membangun senjata nuklir. Kita semua menghabiskan banyak uang yang sebenarnya dapat kita belanjakan untuk hal-hal lain, yang diharapkan jauh lebih produktif," paparnya.
"Salah satu pertemuan pertama yang ingin saya lakukan adalah dengan Presiden Xi dari China, Presiden [Vladimir] Putin dari Rusia. Dan saya ingin mengatakan, 'mari kita potong anggaran militer kita menjadi setengahnya'. Dan kita dapat melakukannya. Dan saya pikir kita akan mampu melakukannya," imbuh Trump.
Trump sebelumnya juga memberi tahu para pemimpin Iran untuk meluncurkan negosiasi nuklir tingkat tinggi dalam sebuah surat yang tampaknya mengancam negara itu dengan tindakan militer.
Dia mengaku telah menulis surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan mengatakan kepadanya bahwa dia berharap mereka "akan bernegosiasi" karena, jika tidak, pemerintahannya "mungkin harus turun tangan secara militer".
Dia mengatakan kepada pewawancara Fox News bahwa akan menjadi "hal yang mengerikan" untuk mengambil tindakan, seraya menambahkan dia dapat membuat kesepakatan yang akan memberikan hasil "sama baiknya dengan jika Anda menang secara militer".
Dia mengatakan dalam sebuah wawancara lain, yang disiarkan pada akhir pekan: "Saya telah menulis surat kepada mereka yang mengatakan, 'Saya harap Anda akan bernegosiasi karena jika kita harus menggunakan kekuatan militer, itu akan menjadi hal yang mengerikan."
(mas)
Lihat Juga :