Sudah 11 Tahun Pesawat MH370 Hilang Tanpa Jejak, Ini Kronologi hingga Pesan Kokpitnya

Minggu, 09 Maret 2025 - 12:14 WIB
loading...
A A A

8 Maret 2014 (Persiapan Lepas Landas)


MH370 dijadwalkan berangkat dari Bandara Kuala Lumpur pada Sabtu dini hari menuju Beijing, China.

Penerbangan tersebut adalah penerbangan red-eye reguler dan satu dari dua perjalanan harian yang dioperasikan oleh maskapai, memakan waktu lima jam dan 34 menit, mendarat pukul 06.30 pagi.

Di dalam pesawat ada dua pilot, Kapten Zaharie Ahmad Shah yang berusia 52 tahun dan co-pilot Perwira Pertama berusia 26 tahun Fariq Abdul Hamid.

Ada juga 10 awak kabin dan 227 penumpang yang sebagian besar adalah warga negara China dan Malaysia.

Seluruh awak: 12 orang warga negara Malaysia.
Penumpang China: 152 orang.
Penumpang Malaysia: 38 orang.
Penumpang Indonesia: 7 orang.
Penumpang Australia: 6 orang.
Penumpang India: 5 orang.
Penumpang Prancis: 4 orang.
Penumpang Amerika Serikat: 3 orang.
Penumpang Selandia Baru: 2 orang.
Penumpang Ukraina: 2 orang.
Penumpang Kanada: 2 orang.
Penumpang Rusia: 1 orang.
Penumpang Italia: 1 orang.
Penumpang Belanda: 1 orang
Penumpang Austria: 1 orang.
Penumpang Taiwan: 1 orang.

Pukul 00.42

•Boeing 777 lepas landas dari landasan pacu 32R dengan ketinggian 18.000 kaki.

•Co-pilot melakukan kontak dengan kontrol lalu lintas udara sebelum lepas landas, sementara kapten pilot berbicara setelah keberangkatan.

•Pada pukul 00.46, pesawat diizinkan mencapai 35.000 kaki–kru mengonfirmasi ketinggian dua kali, sekali pada pukul 01.01 pagi dan sekali lagi pada pukul 01.08 pagi.


Pukul 01.06

•Pesawat melakukan transmisi terakhirnya sebelum menghilang—menurut laporan posisi otomatis yang dikirim menggunakan Sistem Pengalamatan dan Pelaporan Komunikasi Pesawat yang dikenal sebagai ACARS.

•Pesan tersebut mencakup data seperti bahan bakar yang tersisa, asal penerbangan, tujuan, dan pelacakan realtime.

Pukul 01.19

•Komunikasi verbal terakhir dengan pesawat juga berlangsung—Kapten Zaharie mengakui adanya transisi dari wilayah udara Kuala Lumpur ke kontrol lalu lintas udara Ho Chi Minh.

•Awak pesawat seharusnya memberi isyarat kepada kru kontrol lalu lintas udara Ho Chi Minh saat pesawat memasuki wilayah udara Vietnam, tetapi gagal melakukannya.

Pukul 01.20

•MH370 terlihat di radar kontrol lalu lintas udara Kuala Lumpur menuju titik acuan IGARI di Teluk Thailand, tetapi lima detik kemudian pesawat itu menghilang dari layar radar.

•Pesawat itu juga menghilang dari radar kontrol lalu lintas udara Ho Chi Minh pada saat yang sama.

•MH370 menghilang selama hampir 20 menit sebelum pengontrol lalu lintas udara menyadari bahwa pesawat itu telah menghilang dari layar, menurut laporan Pemerintah Malaysia. Butuh waktu empat jam lagi untuk meluncurkan operasi penyelamatan.

•Petugas darat mencoba menggunakan radar sekunder untuk melacak pesawat, yang mengandalkan sinyal dari transponder di dalam pesawat, tetapi transponder tersebut tidak lagi berfungsi.

•Pesawat tersebut tidak aktif dan terbang dalam kegelapan total 39 menit setelah penerbangan yang nahas tersebut.

•Petugas darat mulai berusaha keras untuk melakukan kontak dengan pesawat MH370 yang hilang.

Pukul 01.30

•Pada waktu yang hampir bersamaan, radar utama militer Malaysia melacak MH370 yang berbelok tajam ke kanan sebelum berbelok ke kiri ke arah barat daya dan melintasi Semenanjung Malaya.

•Informasi ini baru terungkap beberapa hari setelah hilangnya pesawat secara misterius, yang menghambat pencarian dan memicu reaksi keras.

•Sebuah pesawat yang lewat mencoba melakukan kontak dengan MH370 untuk menyampaikan pesan dari kontrol lalu lintas udara Vietnam bahwa mereka harus menghubungi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
Bayar Tol MLFF Tanpa...
Bayar Tol MLFF Tanpa Sentuh Siap Uji Coba Pertengahan Tahun Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved