5 Alasan Rencana Mesir untuk Gaza Mampu Mempersatukan Negara-negara Arab
Kamis, 06 Maret 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, konferensi akan diadakan bagi para donor internasional untuk menyediakan dana yang diperlukan untuk rekonstruksi dan pembangunan jangka panjang di Jalur Gaza.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Melansir Al Jazeera, rencana tersebut menyerukan sekelompok "teknokrat Palestina yang independen" untuk mengelola urusan di Gaza, yang pada dasarnya menggantikan Hamas.
Pemerintah teknokrat akan bertanggung jawab untuk mengawasi bantuan kemanusiaan dan akan membuka jalan bagi PA untuk mengelola Gaza, menurut el-Sisi.
Rencana tersebut tidak menyebutkan pemilihan umum, tetapi, saat berbicara di pertemuan puncak hari Selasa, Presiden PA Mahmoud Abbas mengatakan bahwa pemilihan umum dapat berlangsung tahun depan jika keadaan memungkinkan.
Di bidang keamanan, Mesir dan Yordania sama-sama berjanji untuk melatih petugas polisi Palestina dan menempatkan mereka di Gaza. Kedua negara juga telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mempertimbangkan pemberian otorisasi misi penjaga perdamaian untuk mengawasi pemerintahan di Gaza hingga rekonstruksi selesai.
Mesir meminta USD53 miliar atau senilai Rp864 triliun untuk mendanai rekonstruksi Gaza, dengan uang yang didistribusikan melalui tiga tahap.
Pada tahap enam bulan pertama, biaya yang dibutuhkan untuk membersihkan puing-puing dari Jalan Salah al-Din, membangun rumah sementara, dan merenovasi rumah-rumah yang rusak sebagian adalah $3 miliar.
Tahap kedua akan memakan waktu dua tahun dan menghabiskan biaya $20 miliar. Pekerjaan pembersihan puing-puing akan terus berlanjut pada tahap ini, begitu pula dengan pembangunan jaringan utilitas dan pembangunan lebih banyak unit rumah.
Tahap ketiga akan menghabiskan biaya $30 miliar dan memakan waktu dua setengah tahun. Pekerjaan ini akan mencakup penyelesaian pembangunan perumahan untuk seluruh penduduk Gaza, pembangunan tahap pertama zona industri, pembangunan pelabuhan perikanan dan komersial, serta pembangunan bandara, di antara berbagai layanan lainnya.
Menurut rencana tersebut, uang akan bersumber dari berbagai sumber internasional termasuk PBB dan organisasi keuangan internasional serta investasi sektor swasta dan asing.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
3. Gaza Akan Dipimpin Teknokrat
Siapa yang akan bertanggung jawab atas Gaza?Melansir Al Jazeera, rencana tersebut menyerukan sekelompok "teknokrat Palestina yang independen" untuk mengelola urusan di Gaza, yang pada dasarnya menggantikan Hamas.
Pemerintah teknokrat akan bertanggung jawab untuk mengawasi bantuan kemanusiaan dan akan membuka jalan bagi PA untuk mengelola Gaza, menurut el-Sisi.
Rencana tersebut tidak menyebutkan pemilihan umum, tetapi, saat berbicara di pertemuan puncak hari Selasa, Presiden PA Mahmoud Abbas mengatakan bahwa pemilihan umum dapat berlangsung tahun depan jika keadaan memungkinkan.
Di bidang keamanan, Mesir dan Yordania sama-sama berjanji untuk melatih petugas polisi Palestina dan menempatkan mereka di Gaza. Kedua negara juga telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mempertimbangkan pemberian otorisasi misi penjaga perdamaian untuk mengawasi pemerintahan di Gaza hingga rekonstruksi selesai.
4. Membutuhkan Rp864 Triliun
Berapa biaya yang akan dikeluarkan?Mesir meminta USD53 miliar atau senilai Rp864 triliun untuk mendanai rekonstruksi Gaza, dengan uang yang didistribusikan melalui tiga tahap.
Pada tahap enam bulan pertama, biaya yang dibutuhkan untuk membersihkan puing-puing dari Jalan Salah al-Din, membangun rumah sementara, dan merenovasi rumah-rumah yang rusak sebagian adalah $3 miliar.
Tahap kedua akan memakan waktu dua tahun dan menghabiskan biaya $20 miliar. Pekerjaan pembersihan puing-puing akan terus berlanjut pada tahap ini, begitu pula dengan pembangunan jaringan utilitas dan pembangunan lebih banyak unit rumah.
Tahap ketiga akan menghabiskan biaya $30 miliar dan memakan waktu dua setengah tahun. Pekerjaan ini akan mencakup penyelesaian pembangunan perumahan untuk seluruh penduduk Gaza, pembangunan tahap pertama zona industri, pembangunan pelabuhan perikanan dan komersial, serta pembangunan bandara, di antara berbagai layanan lainnya.
Menurut rencana tersebut, uang akan bersumber dari berbagai sumber internasional termasuk PBB dan organisasi keuangan internasional serta investasi sektor swasta dan asing.
5. Didukung Hamas
Masih ada sejumlah variabel yang dapat mempersulit rencana tersebut. Mungkin yang terpenting, masih belum jelas apakah Hamas, Israel, atau AS akan menyetujuinya.Lihat Juga :