Trump Ingin Tentara AS Kembali ke Afghanistan karena Rudal Nuklir China
Minggu, 02 Maret 2025 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kami (AS) keluar di bawah kepresidenan saya. Saya adalah orang yang membuat kehadiran militer kita menjadi di bawah 5.000 [personel], tetapi kami akan mempertahankan (pangkalan udara) Bagram—bukan karena Afghanistan, tetapi karena China, karena pangkalan udara itu tepat satu jam dari tempat China membuat rudal nuklirnya. Jadi, kami akan mempertahankan Bagram," kata Trump, yang dilansir NDTV, Minggu (2/3/2025).
Dia melanjutkan dengan mengatakan: "Pangkalan Udara Bagram adalah salah satu pangkalan udara terbesar di dunia. Pangkalan itu memiliki salah satu landasan pacu terbesar dan terkuat. Beton dan baja yang sangat berat digunakan (untuk memperkuatnya). Apa pun bisa dibawa di sana. Dan kami menyerahkannya—dan Anda tahu siapa yang mendudukinya saat ini? China. Karena Biden menyerahkannya. Jadi, kami akan mempertahankannya."
Dia menambahkan bahwa militer AS akan melakukan penarikan semua peralatan yang tertinggal—sekitar 40.000 kendaraan lapis baja dan militer berat yang saat ini berada di tangan pemerintah Taliban di negara tersebut.
Trump mengatakan bahwa Afghanistan mampu bertahan karena miliaran dolar bantuan AS, dan oleh karena itu pemerintah Afghanistan yang sekarang harus mengembalikannya.
Pada bulan Agustus 2021, di tengah krisis yang semakin dalam di Afghanistan, Presiden AS saat itu Joe Biden membela langkahnya untuk menarik pasukan AS sepenuhnya dari negara yang dilanda perang itu, dengan mengatakan bahwa sejarah akan mencatat ini sebagai "keputusan yang logis, rasional, dan tepat".
Dia melanjutkan dengan mengatakan: "Pangkalan Udara Bagram adalah salah satu pangkalan udara terbesar di dunia. Pangkalan itu memiliki salah satu landasan pacu terbesar dan terkuat. Beton dan baja yang sangat berat digunakan (untuk memperkuatnya). Apa pun bisa dibawa di sana. Dan kami menyerahkannya—dan Anda tahu siapa yang mendudukinya saat ini? China. Karena Biden menyerahkannya. Jadi, kami akan mempertahankannya."
Dia menambahkan bahwa militer AS akan melakukan penarikan semua peralatan yang tertinggal—sekitar 40.000 kendaraan lapis baja dan militer berat yang saat ini berada di tangan pemerintah Taliban di negara tersebut.
Trump mengatakan bahwa Afghanistan mampu bertahan karena miliaran dolar bantuan AS, dan oleh karena itu pemerintah Afghanistan yang sekarang harus mengembalikannya.
Pada bulan Agustus 2021, di tengah krisis yang semakin dalam di Afghanistan, Presiden AS saat itu Joe Biden membela langkahnya untuk menarik pasukan AS sepenuhnya dari negara yang dilanda perang itu, dengan mengatakan bahwa sejarah akan mencatat ini sebagai "keputusan yang logis, rasional, dan tepat".
Lihat Juga :