Terungkap, Zelensky Tercengang Diusir dari Gedung Putih usai Bertengkar dengan Trump

Minggu, 02 Maret 2025 - 10:58 WIB
loading...
Terungkap, Zelensky...
Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz ungkap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan delegasinya tercengang saat diusir dari Gedung Putih setelah bertengkar dengan Presiden Donald Trump. Foto/Screengrab video Sky News
A A A
WASHINGTON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan delegasinya ternyata diusir dari Gedung Putih setelah pertengkaran sengit dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance pada hari Jumat waktu Washington.

Pengusiran itu diungkap Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz.

Pertengkaran itu terjadi selama pertemuan yang dimaksudkan untuk menyelesaikan perjanjian mineral tanah langka antara Amerika Serikat dan Ukraina.

Diskusi memburuk ketika Zelensky bersikeras bahwa Trump seharusnya lebih mendukung Kyiv daripada tetap netral untuk memediasi kesepakatan damai dengan Moskow.

Trump menuduh Zelensky tidak berterima kasih atas dukungan Amerika dan tidak mau memberikan konsesi yang diperlukan untuk mengakhiri konflik, sementara Vance mengkritiknya karena kurangnya diplomasi.

Baca Juga: Zelensky dan Trump Bertengkar, Rusia Ledek Ukraina Gagal Total

Dalam wawancara dengan Breitbart News pada hari Sabtu (1/3/2025), Waltz mengatakan: "Pemimpin pembuat kesepakatan tahu kapan harus meninggalkan kesepakatan yang buruk atau negosiasi yang buruk."

Dia menceritakan bagaimana dia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyampaikan sentimen Trump kepada tim Zelensky.

"Mereka tercengang. Saya tidak tahu bagaimana mereka berpikir itu bisa berlanjut setelah episode yang sangat publik seperti itu dengan seluruh dunia menonton," kenang Waltz.

"Itu benar-benar timnya—dan seperti yang Anda lihat dari duta besarnya, dia hanya meletakkan kepalanya di tangannya di tengah Oval Office—yang tahu betapa seriusnya apa yang baru saja terjadi,” bebernya."

Seorang anggota staf Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya sebelumnya mengatakan bahwa Trump pada dasarnya mengusir Zelensky dan mengeklaim bahwa delegasi Ukraina memohon untuk mengatur ulang pertemuan, tetapi Rubio dan Waltz bersikeras mereka segera meninggalkan halaman Gedung Putih, menurut jurnalis Fox News Jacqui Heinrich.

Waltz menambahkan bahwa tim Ukraina diberitahu bahwa "kesabaran Amerika telah habis”, menggambarkan sentimen tersebut sebagai: "Bagaimana Anda datang dan menghina seseorang ketika Anda pada dasarnya memohon uang dan bantuan kepadanya?"

"Jadi kami menjelaskannya dengan tegas. Kami menjelaskan bahwa negosiasi, yang bisa menjadi hari yang fantastis bagi mereka dan negara, telah berakhir, dan sudah waktunya untuk pergi," kata Waltz.

Sementara itu, Rubio mengecam Zelensky karena "membuang-buang" waktu semua orang dengan sikapnya dan mempertanyakan niatnya yang sebenarnya terkait konflik dengan Rusia.

Dalam wawancara dengan CNN, Rubio mengatakan Zelensky "harus meminta maaf" karena mengubah pertemuan tingkat tinggi menjadi "kegagalan."

Tak lama setelah pertemuan itu, Zelensky mengakui bahwa pertemuan itu tidak berjalan dengan baik tetapi mengisyaratkan bahwa dia tidak berencana untuk meminta maaf kepada Trump.

Dalam wawancara di Fox News, dia mengeklaim: "Kita harus sangat terbuka dan sangat jujur."

Dia menyalahkan beberapa pernyataannya karena kesalahan penerjemahan tetapi akhirnya mengatakan bahwa dia tidak yakin bahwa dia melakukan sesuatu yang buruk yang menyinggung rakyat Amerika.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved