Penjaga Penjara Israel Paksa Tahanan Palestina Hapus Tulisan Yerusalem adalah Arab
Selasa, 25 Februari 2025 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
בהנחיית מפקד בית הסוהר, תג"ד מנחם ביבס, כוחות כת"ר ולוחמי כליאה פרצו לתאים, והכריחו אותם לרדת על הברכיים ולצבוע את הקיר. pic.twitter.com/qLgS4NKCYt — איתמר בן גביר (@itamarbengvir) February 24, 2025
Ben-Gvir menulis di akun X-nya, “Di Penjara Ktsiyot (Negev), ditemukan di bagian keamanan, terdapat tanda-tanda di banyak dinding penjara yang bertuliskan frasa seperti ‘Kami tidak akan melupakan, kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan berlutut, Yerusalem adalah Arab.’ Di bawah arahan komandan penjara, Menachem Bibas, pasukan penjara menyerbu sel-sel, memaksa mereka (tahanan Palestina) untuk berlutut, dan mengecat dinding.”
Para tahanan Palestina menuliskan kalimat-kalimat seperti “Kami tidak akan memaafkan… Kami tidak akan melupakan… Kami tidak akan berlutut” di dinding penjara sebelum dibebaskan sebagai bagian dari gelombang ketujuh kesepakatan pertukaran tahanan antara perlawanan Gaza dan pendudukan Israel.
Namun, Israel telah membatalkan pembebasan tahanan Palestina, memaksa ratusan aktivis yang dipenjara kembali ke sel mereka, sementara keluarga mereka menunggu kedatangan mereka di berbagai bagian Tepi Barat dan Gaza.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan para tahanan menulis kalimat-kalimat ini sebagai tanggapan atas slogan yang dipaksakan kepada para tahanan Palestina yang dibebaskan dalam gelombang keenam dari penjara Ofer.
Otoritas Penyiaran Israel (KAN) sebelumnya telah menerbitkan gambar para tahanan yang mengenakan kemeja putih bergambar Bintang Daud dan logo Dinas Penjara Israel, beserta kalimat “Kami tidak melupakan, kami tidak memaafkan” di kedua sisi.