Jenderal AS Sesumbar Siap Melawan Serangan Nuklir Korut dengan Kekuatan Luar Biasa
Jum'at, 21 Februari 2025 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Minggu lalu, Kepala Komando Utara AS Jenderal Gregory Guillot memperingatkan bahwa Pyongyang sekarang kemungkinan mampu menyerang target di seluruh Amerika Utara dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya, Hwasong-19.
Ketika ditanya apakah potensi kemampuan Korea Utara untuk menyerang Amerika Utara dengan ICBM dapat mendorong AS untuk memprioritaskan pertahanan dalam negeri daripada sekutunya Korea Selatan, Armagost menekankan kekuatan triad nuklir AS.
"Rudal antarbenua dalam keadaan siaga, rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam untuk memastikan kemampuan serangan kedua, dan pesawat pengebom sebagai kehadiran yang terdepan dan terlihat sehubungan dengan apa yang dilakukan triad untuk spektrum kemampuan pencegahan strategis," katanya, yang dilansir Newsweek, Jumat (21/2/2025).
Jenderal Amerika tersebut mengatakan bahwa meskipun rezim Kim Jong-un memiliki ICBM yang "bermasalah", akan "sangat sulit" bagi rezim tersebut untuk menyerang sistem triad nuklir Amerika.
"Jadi, sistem tersebut memungkinkan kita untuk mengatakan: 'Penggunaan ICBM tersebut tidak akan menghasilkan manfaat yang Anda cari karena kita dapat merespons dengan cara yang luar biasa—pada waktu, tempat, dan cara yang kita pilih," katanya.
Dia menekankan bahwa inilah sebabnya jumlah ICBM berbasis darat, kapal selam, dan pesawat pengebom AS sangat penting.
Ketika ditanya apakah potensi kemampuan Korea Utara untuk menyerang Amerika Utara dengan ICBM dapat mendorong AS untuk memprioritaskan pertahanan dalam negeri daripada sekutunya Korea Selatan, Armagost menekankan kekuatan triad nuklir AS.
"Rudal antarbenua dalam keadaan siaga, rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam untuk memastikan kemampuan serangan kedua, dan pesawat pengebom sebagai kehadiran yang terdepan dan terlihat sehubungan dengan apa yang dilakukan triad untuk spektrum kemampuan pencegahan strategis," katanya, yang dilansir Newsweek, Jumat (21/2/2025).
Jenderal Amerika tersebut mengatakan bahwa meskipun rezim Kim Jong-un memiliki ICBM yang "bermasalah", akan "sangat sulit" bagi rezim tersebut untuk menyerang sistem triad nuklir Amerika.
"Jadi, sistem tersebut memungkinkan kita untuk mengatakan: 'Penggunaan ICBM tersebut tidak akan menghasilkan manfaat yang Anda cari karena kita dapat merespons dengan cara yang luar biasa—pada waktu, tempat, dan cara yang kita pilih," katanya.
Dia menekankan bahwa inilah sebabnya jumlah ICBM berbasis darat, kapal selam, dan pesawat pengebom AS sangat penting.
Lihat Juga :