Rusia dan AS Sepakat Buat Kerangka Kerja untuk Perundingan Damai Ukraina

Rabu, 19 Februari 2025 - 06:15 WIB
loading...
A A A
"Saya yakin diskusi tersebut sangat produktif," ujar Lavrov, seraya menambahkan, "Kami tidak hanya mendengarkan, tetapi kami benar-benar mendengar satu sama lain."

Dia lebih lanjut menyatakan dia punya alasan untuk percaya pihak Amerika "sekarang memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang posisi Rusia," karena telah "diuraikan secara menyeluruh" menggunakan contoh-contoh spesifik yang diambil dari berbagai pernyataan Presiden Putin.

Lavrov menunjukkan pertemuan di Riyadh diprakarsai presiden Rusia dan AS, yang telah sepakat persiapan untuk pertemuan puncak berikutnya harus dimulai.

Untuk mencapai hal ini, menteri luar negeri dan penasihat keamanan nasional ditugaskan bertemu dan menentukan apa yang perlu dikerjakan sebelum kedua presiden "dapat merundingkan tanggal dan jadwal tertentu untuk pertemuan puncak."

Moskow dan Washington telah sepakat "ketika kepentingan nasional bersesuaian, upaya harus disatukan dan dilaksanakan" di bidang-bidang yang relevan melalui "proyek-proyek yang saling menguntungkan" di bidang geopolitik dan ekonomi, menurut Lavrov.

“Namun, ketika kepentingan tidak selaras, kedua belah pihak tidak boleh memprovokasi konflik tetapi bekerja menyelesaikan masalah,” ujar dia.

Lavrov juga menyinggung masalah keterlibatan AS dengan UE terkait jaminan keamanan dan potensi pengerahan pasukan kontingen di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Hinaan Rasis terhadap...
Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay
Rekomendasi
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Kejagung Imbau Publik...
Kejagung Imbau Publik Tak Beropini terkait Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Pura-Pura Pacaran, Berujung...
Pura-Pura Pacaran, Berujung Cinta Beneran? Ini Serunya Picked Up a Billionaire di V+Short
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved