Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?
Senin, 10 Februari 2025 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Trump berjuang untuk berkuasa kembali menggantikan Presiden Joe Biden, Putin memujinya. Contoh, ketika Trump lolos dari upaya pembunuhan selama kampanye, Putin menyebutnya sebagai sosok pemberani.
Trump dan Putin bertemu beberapa kali selama masa kepresidenan pertama Trump, salah satunya adalah pada KTT Helsinki 2018.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam hubungan AS-Rusia.
Trump, dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa dia lebih percaya pada kata-kata Putin daripada pada badan-badan intelijen AS terkait tuduhan intervensi Rusia dalam Pemilu AS 2016.
Pernyataan Trump tersebut mendapat kritik keras dari kalangan politisi di AS, bahkan dari banyak anggota Partai Republik, karena dianggap terlalu mendukung Rusia dan meremehkan lembaga-lembaga keamanan Amerika.
Namun, meskipun pertemuan-pertemuan mereka sering kali tampak ramah, hubungan antara kedua negara tetap dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. Isu-isu seperti krisis Ukraina, sanksi ekonomi terhadap Rusia, dan dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu AS tetap menjadi hambatan besar dalam hubungan mereka.
Meskipun Trump memuji Putin dan keduanya sering terlihat ramah, penting untuk memahami bahwa hubungan ini lebih terkait dengan keuntungan geopolitik daripada hubungan pribadi yang mendalam.
Trump, selama masa jabatannya, sering mencari cara untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia, terutama di bidang ekonomi dan militer.
Dia melihat hubungan yang lebih baik dengan Rusia sebagai keuntungan bagi Amerika Serikat dalam konteks persaingan dengan kekuatan besar lain, seperti China.
Di sisi lain, Putin melihat hubungan dengan Trump sebagai kesempatan untuk memperbaiki posisi Rusia di kancah internasional dan mengurangi isolasi akibat sanksi internasional yang diterapkan oleh Barat.
2. Pertemuan dan Dialog
Trump dan Putin bertemu beberapa kali selama masa kepresidenan pertama Trump, salah satunya adalah pada KTT Helsinki 2018.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam hubungan AS-Rusia.
Trump, dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa dia lebih percaya pada kata-kata Putin daripada pada badan-badan intelijen AS terkait tuduhan intervensi Rusia dalam Pemilu AS 2016.
Pernyataan Trump tersebut mendapat kritik keras dari kalangan politisi di AS, bahkan dari banyak anggota Partai Republik, karena dianggap terlalu mendukung Rusia dan meremehkan lembaga-lembaga keamanan Amerika.
Namun, meskipun pertemuan-pertemuan mereka sering kali tampak ramah, hubungan antara kedua negara tetap dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. Isu-isu seperti krisis Ukraina, sanksi ekonomi terhadap Rusia, dan dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu AS tetap menjadi hambatan besar dalam hubungan mereka.
3. Dinamika Keuntungan Geopolitik
Meskipun Trump memuji Putin dan keduanya sering terlihat ramah, penting untuk memahami bahwa hubungan ini lebih terkait dengan keuntungan geopolitik daripada hubungan pribadi yang mendalam.
Trump, selama masa jabatannya, sering mencari cara untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia, terutama di bidang ekonomi dan militer.
Dia melihat hubungan yang lebih baik dengan Rusia sebagai keuntungan bagi Amerika Serikat dalam konteks persaingan dengan kekuatan besar lain, seperti China.
Di sisi lain, Putin melihat hubungan dengan Trump sebagai kesempatan untuk memperbaiki posisi Rusia di kancah internasional dan mengurangi isolasi akibat sanksi internasional yang diterapkan oleh Barat.
Lihat Juga :