Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir agar Seimbang dengan AS dan Sekutunya
Minggu, 09 Februari 2025 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Namun selama kunjungannya, menurut KCNA, Kim Jong-un menegaskan kembali kebijakan yang tak tergoyahkan untuk lebih mengembangkan kekuatan nuklir.
Mengenai perang Rusia dengan Ukraina, Kim Jong-un mengatakan: "Tentara dan rakyat DPRK akan selalu mendukung dan mendorong tujuan yang benar dari tentara dan rakyat Rusia untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial mereka sesuai dengan semangat perjanjian tentang kemitraan strategis komprehensif antara DPRK dan Rusia."
Bulan lalu, Korea Selatan mengatakan bahwa mereka mencurigai Korea Utara sedang mempersiapkan pengiriman lebih banyak pasukan ke Rusia, sebagai tambahan dari sekitar 11.000 tentara yang telah dikirim untuk perang selama tiga tahun tersebut.
Dalam komentar terpisah yang dirilis hari ini, KCNA kembali mengkritik aktivitas militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat tahun ini dan memperingatkan bahwa tindakan agresif akan menghadapi konsekuensi yang tidak diinginkan.
“Siapa pun dapat dengan mudah menebak bagaimana kami akan menanggapi fakta bahwa mereka melakukan latihan perang yang lebih intens daripada sebelumnya pada saat jadwal diplomasi dibatalkan karena kekacauan politik,”tulis KCNA, yang dikutip Reuters.
Mengenai perang Rusia dengan Ukraina, Kim Jong-un mengatakan: "Tentara dan rakyat DPRK akan selalu mendukung dan mendorong tujuan yang benar dari tentara dan rakyat Rusia untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial mereka sesuai dengan semangat perjanjian tentang kemitraan strategis komprehensif antara DPRK dan Rusia."
Bulan lalu, Korea Selatan mengatakan bahwa mereka mencurigai Korea Utara sedang mempersiapkan pengiriman lebih banyak pasukan ke Rusia, sebagai tambahan dari sekitar 11.000 tentara yang telah dikirim untuk perang selama tiga tahun tersebut.
Dalam komentar terpisah yang dirilis hari ini, KCNA kembali mengkritik aktivitas militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat tahun ini dan memperingatkan bahwa tindakan agresif akan menghadapi konsekuensi yang tidak diinginkan.
“Siapa pun dapat dengan mudah menebak bagaimana kami akan menanggapi fakta bahwa mereka melakukan latihan perang yang lebih intens daripada sebelumnya pada saat jadwal diplomasi dibatalkan karena kekacauan politik,”tulis KCNA, yang dikutip Reuters.
(mas)
Lihat Juga :