CIA Bukan Lagi Badan Intelijen Terkuat di Dunia
Rabu, 05 Februari 2025 - 20:07 WIB
loading...
CIA bukan lagi badan intelijen terkuat di dunia. Foto/X/@Lissa4Trump
A
A
A
WASHINGTON - Badan Intelijen Pusat ( CIA ) telah menawarkan pesangon kepada seluruh karyawannya sebagai bagian dari upaya untuk menyelaraskan kembali dengan prioritas Presiden Donald Trump, termasuk fokus yang lebih besar pada penargetan kartel narkoba.
Tawaran itu, yang menyediakan sekitar delapan bulan gaji dan tunjangan bagi karyawan yang memilih untuk mengundurkan diri, merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk mengurangi jumlah tenaga kerja federal.
Kebijakan Trump itu diprediksi akan memperlemah posisi CIA di AS atau pun global.
Sementara paket pembelian serupa diperluas ke sebagian besar lembaga federal sipil bulan lalu, peran keamanan nasional awalnya dikecualikan. Partisipasi CIA dalam program tersebut menjadikannya badan intelijen pertama yang diketahui yang memperluas tawaran semacam itu.
Badan tersebut juga menghentikan proses perekrutan bagi individu yang telah menerima tawaran bersyarat, The Wall Street Journal melaporkan, mengutip seorang ajudan Direktur CIA John Ratcliffe. Beberapa dari tawaran tersebut dapat dibatalkan jika pelamar tidak selaras dengan prioritas pemerintah yang berubah, yang mencakup persaingan ekonomi dengan Tiongkok dan memanfaatkan intelijen dalam negosiasi perdagangan, kata ajudan tersebut.
Tawaran itu, yang menyediakan sekitar delapan bulan gaji dan tunjangan bagi karyawan yang memilih untuk mengundurkan diri, merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk mengurangi jumlah tenaga kerja federal.
Kebijakan Trump itu diprediksi akan memperlemah posisi CIA di AS atau pun global.
Sementara paket pembelian serupa diperluas ke sebagian besar lembaga federal sipil bulan lalu, peran keamanan nasional awalnya dikecualikan. Partisipasi CIA dalam program tersebut menjadikannya badan intelijen pertama yang diketahui yang memperluas tawaran semacam itu.
Badan tersebut juga menghentikan proses perekrutan bagi individu yang telah menerima tawaran bersyarat, The Wall Street Journal melaporkan, mengutip seorang ajudan Direktur CIA John Ratcliffe. Beberapa dari tawaran tersebut dapat dibatalkan jika pelamar tidak selaras dengan prioritas pemerintah yang berubah, yang mencakup persaingan ekonomi dengan Tiongkok dan memanfaatkan intelijen dalam negosiasi perdagangan, kata ajudan tersebut.
Lihat Juga :