Penembakan Terjadi di Sekolah Swedia, 10 Orang Tewas
Rabu, 05 Februari 2025 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
"Dia pikir apa yang dilihatnya sangat mengerikan. Ia hanya melihat orang-orang tergeletak di lantai, terluka dan darah berceceran di mana-mana," ujar Mokad, menggambarkan kejadian yang disaksikan teman sepupunya itu.
Saksi lain, seorang siswa di sekolah itu, yang hanya menyebutkan nama depannya, Marwa, menggambarkan kejadian sulit di mana dia dan beberapa orang lainnya mencoba menyelamatkan nyawa seseorang.
"Seorang pria di sebelah saya tertembak di bahu. Ia berdarah banyak. Ketika saya melihat ke belakang, saya melihat tiga orang tergeletak di lantai berdarah," ungkap dia kepada TV4 Sweden.
Marwa dan teman lainnya mencoba menolong orang yang terluka itu dengan melilitkan selendang di bahu pria itu "agar dia tidak berdarah banyak".
Sebelumnya pada hari itu, Perdana Menteri Kristersson berkomentar tentang bagaimana hari ini adalah "hari yang sangat menyakitkan bagi semua orang di Swedia" saat dia menyampaikan mereka yang menjalani "hari sekolah normal" digantikan "dengan teror" semuanya ada dalam pikirannya.
"Terkurung di ruang kelas dengan rasa takut akan keselamatan diri sendiri adalah mimpi buruk yang tidak seharusnya dialami siapa pun," ujar Kristersson dalam unggahan di X.
Dia kemudian meminta orang-orang memberi polisi kebebasan dan ruang yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan dan penyelidikan mereka, karena dia juga menekankan tidak ada risiko lebih lanjut untuk menghadiri sekolah pada hari berikutnya.
Informasi lebih lanjut akan dibagikan oleh polisi dan pemerintah Swedia dalam beberapa hari mendatang, Kristersson menambahkan.
Baca juga: Turki Khawatir Apa yang Mungkin Dilakukan Netanyahu setelah Semua Sandera Israel Dibebaskan
Saksi lain, seorang siswa di sekolah itu, yang hanya menyebutkan nama depannya, Marwa, menggambarkan kejadian sulit di mana dia dan beberapa orang lainnya mencoba menyelamatkan nyawa seseorang.
"Seorang pria di sebelah saya tertembak di bahu. Ia berdarah banyak. Ketika saya melihat ke belakang, saya melihat tiga orang tergeletak di lantai berdarah," ungkap dia kepada TV4 Sweden.
Marwa dan teman lainnya mencoba menolong orang yang terluka itu dengan melilitkan selendang di bahu pria itu "agar dia tidak berdarah banyak".
Semua Orang Sangat Terkejut
Sebelumnya pada hari itu, Perdana Menteri Kristersson berkomentar tentang bagaimana hari ini adalah "hari yang sangat menyakitkan bagi semua orang di Swedia" saat dia menyampaikan mereka yang menjalani "hari sekolah normal" digantikan "dengan teror" semuanya ada dalam pikirannya.
"Terkurung di ruang kelas dengan rasa takut akan keselamatan diri sendiri adalah mimpi buruk yang tidak seharusnya dialami siapa pun," ujar Kristersson dalam unggahan di X.
Dia kemudian meminta orang-orang memberi polisi kebebasan dan ruang yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan dan penyelidikan mereka, karena dia juga menekankan tidak ada risiko lebih lanjut untuk menghadiri sekolah pada hari berikutnya.
Informasi lebih lanjut akan dibagikan oleh polisi dan pemerintah Swedia dalam beberapa hari mendatang, Kristersson menambahkan.
Baca juga: Turki Khawatir Apa yang Mungkin Dilakukan Netanyahu setelah Semua Sandera Israel Dibebaskan
(sya)
Lihat Juga :