Delegasi Hamas Kunjungi Rusia untuk Bahas Perkembangan Terbaru di Gaza
Rabu, 05 Februari 2025 - 06:24 WIB
loading...
A
A
A
Dia menggarisbawahi pentingnya memberikan bantuan kemanusiaan tanpa batasan dan menolak segala upaya memaksakan solusi koersif terhadap Palestina.
Menurut laporan lain, Abu Marzouk mengatakan kepada kantor berita Rusia Novosti bahwa kunjungan gerakan tersebut adalah "atas undangan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia."
"Kami memiliki banyak topik untuk dibahas dengan pimpinan kementerian. Kami membutuhkan Rusia untuk mengambil bagian dalam rekonstruksi Gaza. Rusia harus hadir dalam proses ini dan memainkan perannya, yang sangat penting bagi kami,” imbuh dia, menurut Middle East Monitor (MEMO).
Dia menyatakan harapannya agar Moskow memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan berpartisipasi aktif dalam upaya rekonstruksi.
Mengomentari kesepakatan yang dicapai antara Hamas dan Israel di Qatar, Abu Marzouk juga mengatakan kesepakatan gencatan senjata “diusulkan setelah resolusi Dewan Keamanan PBB, dan Hamas menyetujuinya, tetapi Israel menolaknya pada 23 Maret. Sejak saat itu, gerakan tersebut bersikeras melaksanakan kesepakatan sebagaimana adanya pada saat itu.”
Dia menegaskan gerakan tersebut tidak menentang kerja sama dengan Otoritas Palestina untuk memerintah Gaza dan menyambut kehadirannya.
Undangan Resmi
Menurut laporan lain, Abu Marzouk mengatakan kepada kantor berita Rusia Novosti bahwa kunjungan gerakan tersebut adalah "atas undangan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia."
"Kami memiliki banyak topik untuk dibahas dengan pimpinan kementerian. Kami membutuhkan Rusia untuk mengambil bagian dalam rekonstruksi Gaza. Rusia harus hadir dalam proses ini dan memainkan perannya, yang sangat penting bagi kami,” imbuh dia, menurut Middle East Monitor (MEMO).
Dia menyatakan harapannya agar Moskow memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan berpartisipasi aktif dalam upaya rekonstruksi.
Mengomentari kesepakatan yang dicapai antara Hamas dan Israel di Qatar, Abu Marzouk juga mengatakan kesepakatan gencatan senjata “diusulkan setelah resolusi Dewan Keamanan PBB, dan Hamas menyetujuinya, tetapi Israel menolaknya pada 23 Maret. Sejak saat itu, gerakan tersebut bersikeras melaksanakan kesepakatan sebagaimana adanya pada saat itu.”
Bekerja Sama dengan Otoritas Palestina
Dia menegaskan gerakan tersebut tidak menentang kerja sama dengan Otoritas Palestina untuk memerintah Gaza dan menyambut kehadirannya.
Lihat Juga :