Politikus Denmark Bakar Alquran di Depan Kedubes Turki

Minggu, 02 Februari 2025 - 21:50 WIB
loading...
Politikus Denmark Bakar...
Rasmus Paludan kembali membakar Alquran di depan Kedubes Turki. Foto/Press TV
A A A
STOCKHOLM - Politisi Islamofobia Denmark Rasmus Paludan sekali lagi menodai Alquran dengan membakar salinan kitab suci Islam yang paling dihormati di ibu kota Denmark, Kopenhagen.

Paludan, pendiri dan pemimpin partai anti-imigrasi nasionalis Denmark Stram Kurs yang berusia 43 tahun, sekali lagi memicu kontroversi dengan melakukan tindakan penistaan di luar kedutaan besar Turki di Denmark.

Sebuah video yang dipublikasikan di platform media sosial menunjukkan Paludan menodai Alquran, tindakan yang sangat menyinggung umat Islam di seluruh dunia.

Pada hari Jumat, polisi Denmark mengumumkan bahwa Paludan, berdasarkan "penilaian konkret," dilarang berdemonstrasi di Kopenhagen selama 24 jam ke depan.

Baca Juga: Drama dan Strategi Hamas Menata Diri

Penodaan Alquran oleh Paludan baru-baru ini terjadi setelah pembunuhan imigran Irak Salwan Momika di apartemennya di kota Sodertalje pada tanggal 30 Januari.

Penodaan Alquran yang berulang kali dilakukan Momika di Swedia juga membuat marah umat Muslim dan non-Muslim di seluruh dunia.

Pria berusia 38 tahun itu melakukan beberapa pembakaran dan penodaan yang menghujat kitab suci Islam di Swedia pada tahun 2023. Video pembakaran Alquran mendapat publisitas di seluruh dunia dan menimbulkan kemarahan serta kritik di negara-negara Muslim, yang menyebabkan kerusuhan dan keresahan di banyak tempat.

Kementerian Luar Negeri Irak meminta Swedia pada tahun 2023 untuk mengekstradisi pria Irak tersebut sehingga ia dapat diadili sesuai dengan hukum negara tersebut.

Kementerian menekankan bahwa tindakan keji Momika, yang merupakan penghinaan terhadap kesucian agama, telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Paludan juga dikenal karena memprovokasi sentimen keagamaan umat Islam dengan membakar Alquran di Swedia dan Denmark.

Pengadilan Kota Kopenhagen pada 22 November tahun lalu menghukum politisi sayap kanan itu setelah menyatakannya bersalah atas rasisme berdasarkan pernyataan yang dibuatnya selama demonstrasi pada tahun 2019.

Awal bulan itu, Paludan dijatuhi hukuman empat bulan penjara di Swedia karena mencemarkan nama baik umat Islam.

Dia juga sebelumnya telah dihukum di Denmark karena rasisme dan pencemaran nama baik, antara lain.

Pembakaran Alquran di Swedia dan Denmark, yang terjadi pada musim panas tahun 2023 dengan dalih kebebasan berbicara, telah memicu protes marah di banyak negara Arab dan Muslim – termasuk Iran, Pakistan, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Kuwait.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved