Negara-negara Arab Bersatu Melawan Rencana Trump Usir Warga Palestina dari Gaza

Minggu, 02 Februari 2025 - 06:50 WIB
loading...
Negara-negara Arab Bersatu...
Negara-negara Arab bersatu dalam menyampaikan pesan perlawanan atas rencana Presiden AS Donald Trump untuk menggusur sementara warga Palestina dari Jalur Gaza ke Mesir dan Yordania. Foto/Screengrab video Arab News
A A A
KAIRO - Negara-negara Arab telah bersatu dalam menyampaikan pesan perlawanan atas rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menggusur sementara warga Palestina dari Jalur Gaza ke Mesir dan Yordania.

Dalam pernyataan bersama pada hari Sabtu setelah pertemuan di Kairo, para menteri luar negeri dan pejabat dari Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Otoritas Palestina, dan Liga Arab mengatakan bahwa gagasan Trump tersebut akan mengancam stabilitas di kawasan Timur Tengah, menyebarkan konflik, dan merusak prospek perdamaian.

“Kami menegaskan penolakan kami terhadap [setiap upaya] untuk mengompromikan hak-hak Palestina yang tidak dapat dicabut, baik melalui kegiatan permukiman, atau penggusuran atau pencaplokan tanah atau dengan mengosongkan tanah dari pemiliknya...dalam bentuk apa pun atau dalam keadaan atau pembenaran apa pun,” bunyi pernyataan bersama mereka, yang dilansir Al Arabiya English, Minggu (2/2/2025).

Baca Juga: Trump Ngotot Yordania dan Mesir akan Tampung Warga Palestina dari Gaza

Meski menentang rencana pengusiran warga Gaza, mereka berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan Trump untuk mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh di Timur Tengah berdasarkan solusi dua negara.

Pertemuan para pejabat Arab itu terjadi setelah Trump mengatakan pekan lalu bahwa Mesir dan Yordania harus menerima warga Palestina dari Gaza, yang disebutnya sebagai "lokasi pembongkaran" setelah 15 bulan pengeboman Israel yang membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya kehilangan tempat tinggal. Para kritikus menyebut gagasan Trump itu sama saja dengan pembersihan etnis.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Rabu menolak gagasan bahwa Mesir akan memfasilitasi pemindahan warga Gaza dan mengatakan warga Mesir akan turun ke jalan untuk menyatakan ketidaksetujuan mereka.

Namun, pada hari Kamis, Trump menegaskan kembali gagasan itu, dengan mengatakan: "Kami melakukan banyak hal untuk mereka, dan mereka akan melakukannya," yang tampaknya merujuk pada bantuan AS yang melimpah, termasuk bantuan militer, baik untuk Mesir maupun Yordania.

Setiap saran agar warga Palestina meninggalkan Gaza, wilayah yang ingin mereka bentuk menjadi bagian dari negara merdeka, telah menjadi kutukan bagi kepemimpinan Palestina selama beberapa generasi dan berulang kali ditolak oleh negara-negara Arab tetangga sejak perang Gaza dimulai pada bulan Oktober 2023.

Yordania sudah menjadi rumah bagi beberapa juta warga Palestina, sementara puluhan ribu tinggal di Mesir. Kementerian Luar Negeri Mesir dan Yordania telah menolak usulan Trump dalam beberapa hari terakhir.

Para menteri Arab juga menyambut baik rencana Mesir untuk mengadakan konferensi internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan difokuskan pada pembangunan kembali Gaza, yang sebagian besar telah rata dengan tanah selama perang 15 bulan antara Israel dan Hamas.

Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk konferensi tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Presiden FIFA Akhirnya...
Presiden FIFA Akhirnya Mengakui Ditelepon Trump terkait Kartu Merah Balogun
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Ganas! Gelombang Panas...
Ganas! Gelombang Panas Lebih Dahsyat Akan Terjang Eropa, Suhu Capai 43 Derajat Celsius 
Rekomendasi
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Microdrama Her Dangerous...
Microdrama Her Dangerous Game Tayang di V+Short, Simak Sinopsisnya di Sini!
Berita Terkini
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved