3 Anggota NATO Ini Berani Tolak Gagasan Trump untuk Mengusir Warga Gaza
Selasa, 28 Januari 2025 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
"Trump benar ketika dia mengatakan rekonstruksi Gaza jelas merupakan salah satu tantangan utama yang kita hadapi, dan bahwa untuk berhasil, bagaimanapun, banyak keterlibatan dari komunitas internasional diperlukan," katanya kepada wartawan saat berkunjung ke Arab Saudi.
"Mengenai masalah pengungsi, saya tidak berpikir, di sini lagi, bahwa kita dihadapkan dengan rencana yang pasti. Saya pikir kita malah dihadapkan dengan diskusi dengan para aktor regional, yang tentu saja perlu dilibatkan dalam hal ini."
Baca Juga: Raja Yordania Abdullah II: Tidak Ada Tanah Air Alternatif bagi Warga Gaza
Jerman mengatakan pandangan UE, mitra Arab, dan PBB adalah "bahwa penduduk Palestina tidak boleh diusir dari Gaza dan Gaza tidak boleh diduduki secara permanen atau dijajah kembali oleh Israel" Reuters melaporkan, mengutip juru bicara kementerian luar negeri.
"Posisi Slovenia sepenuhnya jelas, kami tidak setuju dengan pengusiran paksa," kata Tanja Fajon dalam sambutannya di depan pintu rumah menjelang Dewan Urusan Luar Negeri di Brussels
"Mengenai masalah pengungsi, saya tidak berpikir, di sini lagi, bahwa kita dihadapkan dengan rencana yang pasti. Saya pikir kita malah dihadapkan dengan diskusi dengan para aktor regional, yang tentu saja perlu dilibatkan dalam hal ini."
Baca Juga: Raja Yordania Abdullah II: Tidak Ada Tanah Air Alternatif bagi Warga Gaza
2. Jerman
Kementerian luar negeri Jerman juga mengecam saran Trump.Jerman mengatakan pandangan UE, mitra Arab, dan PBB adalah "bahwa penduduk Palestina tidak boleh diusir dari Gaza dan Gaza tidak boleh diduduki secara permanen atau dijajah kembali oleh Israel" Reuters melaporkan, mengutip juru bicara kementerian luar negeri.
3. Slovenia
Menteri luar negeri Slovenia pada hari Senin mengkritik usulan Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza, dengan menggambarkan rencana tersebut sebagai "tidak dapat diterima.""Posisi Slovenia sepenuhnya jelas, kami tidak setuju dengan pengusiran paksa," kata Tanja Fajon dalam sambutannya di depan pintu rumah menjelang Dewan Urusan Luar Negeri di Brussels
Lihat Juga :