Hendak Dicaplok Donald Trump, Apakah Greenland Itu Negara?

Senin, 27 Januari 2025 - 14:18 WIB
loading...
Hendak Dicaplok Donald...
Greenland, pulau terbesar di bumi bagian dari Kerajaan Denmark, hendak dicaplok Presiden AS Donald Trump. Foto/BBC
A A A
NUUK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berniat mencaplok Greenland, pulau terbesar di bumi yang sebagian besar wilayahnya tertutup es, dan menjadikannya bagian dari Amerika.

Apakah Greenland itu sebuah negara? Jawabannya tidak, atau lebih tepatnya belum karena wilayah itu beberapa kali berniat menjadi negara merdeka.

Status Greenland saat ini adalah sebuah wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark.

Pulau raksasa tersebut memang memiliki pemerintahan sendiri dalam banyak hal, namun ia tetap bergantung pada Denmark dalam sejumlah urusan penting, termasuk dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Baca Juga: Apakah Greenland Bagian dari Denmark? Berikut Sejarah Pulau Terbesar di Bumi Ini

Sejarah dan Status Politik Greenland


Greenland memiliki sejarah panjang yang dimulai dengan pemukiman asli oleh suku Inuit ribuan tahun lalu.

Pada abad ke-18, Greenland menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, dan pada tahun 1721, Denmark mulai mengatur wilayah ini secara formal. Selama berabad-abad, Greenland tetap menjadi koloni Denmark.

Pada tahun 1953, Greenland diubah statusnya menjadi sebuah daerah yang setara dengan wilayah administratif di Denmark, dan pada tahun 1979, Greenland diberikan otonomi yang lebih besar melalui pembentukan Parlemen Greenland dan pemerintahan otonom.

Pada tahun 2009, sebuah langkah penting diambil dengan diberlakukannya "Undang-Undang Otonomi" yang memberikan Greenland lebih banyak kontrol atas urusan domestiknya, termasuk kebijakan dalam hal sumber daya alam, pendidikan, dan kesehatan. Namun, urusan luar negeri dan pertahanan masih tetap berada di bawah kendali Denmark.

Politik dan Pemerintahan Greenland


Meskipun Greenland memiliki pemerintahan sendiri, hal ini tidak berarti bahwa Greenland sepenuhnya merdeka. Pemerintah Greenland dipimpin oleh seorang perdana menteri lokal, dan Parlemen Greenland yang berjumlah 31 anggota dipilih untuk mengelola urusan domestik.

Parlemen tersebut juga memiliki wewenang untuk membuat keputusan mengenai kebijakan ekonomi dan sosial di dalam negeri.

Namun, urusan luar negeri Greenland bergantung pada keputusan yang dibuat oleh pemerintah Denmark. Selain itu, Greenland juga masih menggunakan mata uang Denmark, yaitu Krone (DKK).

Greenland Ingin Merdeka


Ada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai kemerdekaan penuh Greenland. Beberapa kalangan di Greenland mendukung ide untuk menjadi negara merdeka, mengingat wilayah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak, gas, dan mineral yang berharga.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa hubungan dengan Denmark memberikan stabilitas ekonomi dan politik yang penting bagi Greenland.

Selain itu, perubahan iklim juga memiliki dampak signifikan terhadap Greenland. Dengan mencairnya lapisan es, potensi sumber daya alam yang ada di bawahnya semakin terbuka, meskipun hal ini juga menimbulkan masalah lingkungan yang besar.

Ekonomi Greenland


Ekonomi Greenland sangat bergantung pada sektor perikanan, yang menyumbang sebagian besar ekspor negara ini. Selain itu, sumber daya alam seperti mineral dan potensi energi juga semakin menjadi fokus utama.

Walaupun demikian, Greenland masih bergantung pada dana dari Denmark untuk membiayai berbagai sektor penting, termasuk infrastruktur dan layanan publik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Sebut AS Penjaga Selat...
Sebut AS Penjaga Selat Hormuz, Trump Tuntut Tarif Rp 480 Miliar per Kapal Supertanker
Trump Ingin Rebut Selat...
Trump Ingin Rebut Selat Hormuz, Iran Beri Respons Keras: Berbahaya!
Rekomendasi
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Memilukan, Driver Ojol...
Memilukan, Driver Ojol Tewas Ditikam saat Tidur di Pangkalan, Motor dan Ponsel Raib
Berita Terkini
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved