Isyarat Tangan Miliarder Elon Musk dalam Perayaan Pelantikan Trump Viral, Disebut Hormat Nazi

Selasa, 21 Januari 2025 - 14:27 WIB
loading...
Isyarat Tangan Miliarder...
Aksi gerakan satu tangan miliarder Elon Musk saat pidato dalam perayaan pelantikan Presiden AS Donald Trump telah viral, dengan beberapa menyebutnya sebagai hormat Nazi. Foto/Screengrab video New York Times
A A A
WASHINGTON - Miliarder Elon Musk membuat gerakan satu tangan saat berpidato dalam perayaan pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Video gerakan tangan Musk itu telah viral, dengan para pengguna internet menganggapnya sebagai penghormatan Nazi.

"Ini bukan kemenangan biasa. Ini adalah persimpangan jalan peradaban manusia," kata Musk, sekutu dekat Trump, dalam pidatonya pada hari Senin.

"Yang ini benar-benar penting. Terima kasih telah mewujudkannya! Terima kasih," katanya sambil menepukkan tangan kanan di atas jantungnya dan mengulurkan lengannya ke atas dengan telapak tangan menghadap ke bawah dan jari-jari saling menempel.

Baca Juga: Elon Musk: Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah Perang Dunia II

Dia kemudian membuat gerakan yang sama kepada orang banyak di belakangnya.

"Hati saya tertuju pada Anda. Berkat Anda, masa depan peradaban terjamin," kata Musk setelah melakukan gerakan satu tangan tersebut.

Ruth Ben-Ghiat, seorang sejarawan, mengatakan: "Gerakan itu adalah penghormatan Nazi—dan juga sangat agresif," katanya, yang dilansir NDTV, Selasa (21/1/2025).

Claire Aubin, seorang sejarawan yang mengkhususkan diri dalam Nazisme di AS, juga mengatakan gerakan Musk adalah "sieg heil" atau penghormatan Nazi.

"Menurut pendapat profesional saya, Anda benar, Anda harus percaya dengan apa yang Anda lihat," tulisnya di X, sependapat dengan mereka yang menganggap gerakan itu merujuk secara terang-terangan kepada Nazi.

Namun, Musk menepis kritik tersebut.

"Terus terang, mereka butuh trik kotor yang lebih baik. Serangan 'semua orang adalah Hitler' sangat basi," tulisnya di X.

Anti-Defamation League (ADL), sebuah organisasi yang didirikan untuk memerangi anti-Semitisme yang mengkritik Elon Musk di masa lalu, membela gerakan satu tangan miliarder tersebut.

"Tampaknya Elon Musk melakukan gerakan yang canggung di saat antusiasme, bukan salam Nazi," tulis organisasi itu di X.

Aaron Astor, sejarawan lain, juga mendukung Musk.

"Saya telah mengkritik Elon Musk berkali-kali karena membiarkan neo-Nazi mencemari platform ini," tulisnya di X, sambil menambahkan: "Namun, gerakan ini bukanlah salam Nazi."

Seorang pengguna X, Eyal Yakoby, juga menunjukkan bahwa Musk tahun lalu telah melakukan perjalanan ke Auschwitz, kamp konsentrasi Nazi terbesar tempat lebih dari satu juta orang tewas.

"Tahun lalu Elon Musk baru saja pergi ke Auschwitz dan kemudian ke Israel untuk mempelajari tentang Holocaust dan sejarah Yahudi. Siapa pun yang mencoba menggambarkannya sebagai seorang Nazi dengan sengaja menyesatkan publik. Itu adalah gerakan tangan yang bodoh, bukan penghormatan Nazi yang disengaja," tulisnya di X.

Akun @delinthecity_ juga mengunggah foto mantan presiden AS Barack Obama dan Hillary Clinton—yang gagal melawan Trump pada tahun 2016— dengan gerakan yang sama.

Perselisihan mengenai gerakan satu tangan Elon Musk muncul dengan latar belakang sang miliarder yang mendukung partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD), partai anti-imigrasi yang dicap sebagai ekstremis sayap kanan oleh badan keamanan Jerman, dalam Pemilu mendatang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved