6 Tokoh Palestina yang Ditahan di Penjara Israel, Ada yang Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup sebanyak 54 Kali
Selasa, 21 Januari 2025 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Ia pertama kali dibebaskan pada tahun 2011 berdasarkan perjanjian yang menyatakan bahwa Israel membebaskan lebih dari 1.000 warga Palestina sebagai ganti Gilad Shalit, seorang tentara yang diculik oleh pejuang Hamas pada tahun 2006.
Setelah dibebaskan pada tahun 2011, ia menikahi Eman Nafe, yang juga telah menghabiskan 10 tahun di penjara Israel dengan tuduhan mencoba merencanakan operasi bunuh diri di Jaffa. Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan saat menangkap kembali Barghouti pada tahun 2014.
Selama masa hukuman pertamanya, 33 tahun di penjara, orang tua Barghouti dan banyak kerabat lainnya meninggal, kata Nafe. Barghouti adalah anggota sayap bersenjata Gerakan Fatah Yasser Arafat saat ia dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1978. Kemudian, ia bergabung dengan Hamas, kelompok yang didirikan pada tahun 1987.
Baca Juga: Mahmoud Abbas Siap Ambil Alih Gaza setelah Pemberlakuan Gencatan Senjata, Perang Saudara Akan Pecah?
Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup selama 48 tahun. Salama mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap pembunuhan pembuat bom Hamas, Yahya Ayyash, pada tahun 1996. Salama ditangkap di Hebron di Tepi Barat akhir tahun itu.
Setelah dibebaskan pada tahun 2011, ia menikahi Eman Nafe, yang juga telah menghabiskan 10 tahun di penjara Israel dengan tuduhan mencoba merencanakan operasi bunuh diri di Jaffa. Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan saat menangkap kembali Barghouti pada tahun 2014.
Selama masa hukuman pertamanya, 33 tahun di penjara, orang tua Barghouti dan banyak kerabat lainnya meninggal, kata Nafe. Barghouti adalah anggota sayap bersenjata Gerakan Fatah Yasser Arafat saat ia dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1978. Kemudian, ia bergabung dengan Hamas, kelompok yang didirikan pada tahun 1987.
Baca Juga: Mahmoud Abbas Siap Ambil Alih Gaza setelah Pemberlakuan Gencatan Senjata, Perang Saudara Akan Pecah?
4. Hassan Salama
Melansir Middle East Monitor, lahir di Kamp Pengungsi Khan Yunis di Gaza pada tahun 1971, Salama dihukum karena mengatur gelombang bom bunuh diri di Israel pada tahun 1996 yang menewaskan puluhan warga Israel dan melukai ratusan lainnya.Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup selama 48 tahun. Salama mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap pembunuhan pembuat bom Hamas, Yahya Ayyash, pada tahun 1996. Salama ditangkap di Hebron di Tepi Barat akhir tahun itu.
5. Marwan Al-Barghouti
Melansir Middle East Monitor, sebagai anggota terkemuka gerakan Fatah, Barghouti dipandang sebagai calon pengganti Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Ia dikenal sebagai pemimpin dan organisator dalam kedua Intifada, atau pemberontakan, yang dilancarkan oleh Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza sejak 1987.Lihat Juga :