Intelijen AS Ungkap Sindrom Havana, Siapa Pelakunya?
Minggu, 12 Januari 2025 - 04:50 WIB
loading...
AS tidak mengungkap dengan jelas siapa pelaku sindrom Havana. Foto/X/@MarioNawfal
A
A
A
WASHINGTON - Komunitas intelijen AS terbagi atas penyebab Sindrom Havana , kondisi kesehatan misterius yang telah memengaruhi banyak diplomat Amerika yang ditempatkan di luar negeri.
Gejala sindrom tersebut meliputi sakit kepala, pusing, mual, kehilangan pendengaran, masalah ingatan, dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini pertama kali diidentifikasi di antara staf kedutaan AS di Havana, Kuba, pada tahun 2016.
Laporan gejala serupa telah muncul di China, Rusia, Amerika Selatan, Australia, dan beberapa negara lain, dengan total lebih dari 1.500 kasus terdaftar secara global.
Meskipun pemerintah AS telah aktif menyelidiki masalah ini selama bertahun-tahun, sejauh ini belum dapat menentukan penyebab kondisi tersebut. Versi yang dianggap paling mungkin oleh komunitas ilmiah mencakup faktor lingkungan, situasi stres, atau senjata berenergi terarah.
Baca Juga: Indonesia Makin Menguat dalam Percaturan Geopolitik
Intelijen AS Ungkap Sindrom Havana, Siapa Pelakunya?
1. Dilakukan Kekuatan Asing
Menurut laporan pemerintah AS baru yang dirilis pada hari Jumat mengungkapkan sebagian besar lembaga meyakini bahwa "sangat tidak mungkin" kondisi tersebut merupakan hasil dari serangan canggih oleh kekuatan asing, beberapa pejabat berpikir bahwa musuh dapat menciptakan perangkat yang menyebabkan penyakit tersebut.Gejala sindrom tersebut meliputi sakit kepala, pusing, mual, kehilangan pendengaran, masalah ingatan, dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini pertama kali diidentifikasi di antara staf kedutaan AS di Havana, Kuba, pada tahun 2016.
Laporan gejala serupa telah muncul di China, Rusia, Amerika Selatan, Australia, dan beberapa negara lain, dengan total lebih dari 1.500 kasus terdaftar secara global.
Meskipun pemerintah AS telah aktif menyelidiki masalah ini selama bertahun-tahun, sejauh ini belum dapat menentukan penyebab kondisi tersebut. Versi yang dianggap paling mungkin oleh komunitas ilmiah mencakup faktor lingkungan, situasi stres, atau senjata berenergi terarah.
Baca Juga: Indonesia Makin Menguat dalam Percaturan Geopolitik
2. Musuh Asing
Menurut laporan yang disusun oleh Dewan Intelijen Nasional AS, lima badan intelijen AS terus "menilai bahwa 'sangat tidak mungkin' musuh asing bertanggung jawab atas peristiwa yang dilaporkan sebagai kemungkinan insiden kesehatan yang tidak normal."Lihat Juga :