Zelensky: Fakta Ukraina Tak Memiliki Senjata Nuklir Adalah Buruk
Senin, 06 Januari 2025 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Setelah runtuhnya Uni Soviet, sekitar 1.700 hulu ledak nuklir ditinggalkan di wilayah Ukraina.
Sementara warisan tersebut secara teknis menjadikan Ukraina sebagai kekuatan nuklir terbesar ketiga di dunia, senjata itu sendiri selalu berada di bawah kendali operasional Rusia.
Pemerintah saat ini di Kyiv telah berulang kali mengeklaim bahwa Ukraina menyerahkan persenjataan nuklir miliknya berdasarkan Memorandum Budapest 1994 dengan imbalan jaminan keamanan dari Rusia, Inggris, dan AS.
“Memorandum Budapest, senjata nuklir, inilah yang kami miliki. Ukraina menggunakannya untuk perlindungan. Ini tidak berarti bahwa seseorang menyerang kami. Itu tidak berarti bahwa kami akan menggunakannya. Kami memiliki kesempatan itu. Ini adalah jaminan keamanan kami,” kata Zelensky.
Pemimpin Ukraina itu kemudian mengkritik AS, Inggris, dan negara-negara bersenjata nuklir lainnya karena mengabaikan permintaan Kyiv yang berulang kali untuk melindungi integritas dan kedaulatan wilayah Ukraina.
"Mereka tidak peduli," kata Zelensky dalam bahasa Rusia, meskipun secara aktif menghindari berbicara dalam bahasa tersebut selama wawancara.
Sementara warisan tersebut secara teknis menjadikan Ukraina sebagai kekuatan nuklir terbesar ketiga di dunia, senjata itu sendiri selalu berada di bawah kendali operasional Rusia.
Pemerintah saat ini di Kyiv telah berulang kali mengeklaim bahwa Ukraina menyerahkan persenjataan nuklir miliknya berdasarkan Memorandum Budapest 1994 dengan imbalan jaminan keamanan dari Rusia, Inggris, dan AS.
“Memorandum Budapest, senjata nuklir, inilah yang kami miliki. Ukraina menggunakannya untuk perlindungan. Ini tidak berarti bahwa seseorang menyerang kami. Itu tidak berarti bahwa kami akan menggunakannya. Kami memiliki kesempatan itu. Ini adalah jaminan keamanan kami,” kata Zelensky.
Pemimpin Ukraina itu kemudian mengkritik AS, Inggris, dan negara-negara bersenjata nuklir lainnya karena mengabaikan permintaan Kyiv yang berulang kali untuk melindungi integritas dan kedaulatan wilayah Ukraina.
"Mereka tidak peduli," kata Zelensky dalam bahasa Rusia, meskipun secara aktif menghindari berbicara dalam bahasa tersebut selama wawancara.
Lihat Juga :