Ibarat Bernyawa 7, Wanita Ini Hampir Meninggal Berkali-kali
Jum'at, 03 Januari 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
“Saya akhirnya akan mulai menjalaninya dan berfokus pada apa yang saya inginkan, bukan apa yang diharapkan orang lain dari saya. Saya telah mengubah karier saya, saya menjadi orang yang jauh lebih positif dan percaya diri akhir-akhir ini," imbuh dia, yang dikutip dari The Mirror, Jumat (3/1/2024).
“Peristiwa itu mengajarkan saya untuk mencintai hidup dan bersikap baik kepada diri sendiri setiap hari—sesuatu yang sebelumnya sangat saya perjuangkan," lanjut Shona.
Shona menderita stroke ringan pada usia 22 tahun, diikuti dengan penemuan lubang di jantungnya pada usia 32 tahun, yang harus dioperasi terbuka untuk memperbaikinya.
Dalam upaya untuk memberikan lebih banyak hal positif dalam hidupnya, dan untuk menghindari masalah kesehatan lebih lanjut, dia memutuskan untuk bersepeda ke kantor, dan bagaimana, pada bulan Februari 2017, hal itu juga hampir mengakhiri hidupnya.
"Saya sendirian, bersepeda ke kantor, mengurus urusan saya sendiri dan berusaha menghindari otak saya teralihkan ke skenario terburuk. Seperti biasa, ketika saya terburu-buru turun dari sepeda, roda depan saya tiba-tiba menghantam genangan air di jalan," tuturnya.
“Saya terlempar dari stang dan wajah saya mendarat di trotoar yang rusak. Saya jatuh pingsan dan di rumah sakit, saya mengalami koma yang diinduksi karena pembengkakan di otak saya," sambungnya.
“Ketika saya bangun dua minggu kemudian, saya pikir saya baru saja mematahkan jari saya, jadi saya tidak mengerti apa yang diributkan itu, tetapi kemudian saya diberi tahu bahwa saya memiliki peluang 20% untuk bertahan hidup," kata Shona.
“Peristiwa itu mengajarkan saya untuk mencintai hidup dan bersikap baik kepada diri sendiri setiap hari—sesuatu yang sebelumnya sangat saya perjuangkan," lanjut Shona.
Shona menderita stroke ringan pada usia 22 tahun, diikuti dengan penemuan lubang di jantungnya pada usia 32 tahun, yang harus dioperasi terbuka untuk memperbaikinya.
Dalam upaya untuk memberikan lebih banyak hal positif dalam hidupnya, dan untuk menghindari masalah kesehatan lebih lanjut, dia memutuskan untuk bersepeda ke kantor, dan bagaimana, pada bulan Februari 2017, hal itu juga hampir mengakhiri hidupnya.
"Saya sendirian, bersepeda ke kantor, mengurus urusan saya sendiri dan berusaha menghindari otak saya teralihkan ke skenario terburuk. Seperti biasa, ketika saya terburu-buru turun dari sepeda, roda depan saya tiba-tiba menghantam genangan air di jalan," tuturnya.
“Saya terlempar dari stang dan wajah saya mendarat di trotoar yang rusak. Saya jatuh pingsan dan di rumah sakit, saya mengalami koma yang diinduksi karena pembengkakan di otak saya," sambungnya.
“Ketika saya bangun dua minggu kemudian, saya pikir saya baru saja mematahkan jari saya, jadi saya tidak mengerti apa yang diributkan itu, tetapi kemudian saya diberi tahu bahwa saya memiliki peluang 20% untuk bertahan hidup," kata Shona.
Lihat Juga :