Prancis Serang Kelompok Negara Islam di Suriah
Rabu, 01 Januari 2025 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menerbitkan video yang memperlihatkan operasi militer tersebut. "Tentara kami tetap terlibat dalam perang melawan terorisme di wilayah tersebut,” ujar Lecornu.
Satu klip pendek yang dirilis oleh menteri tersebut dimulai dengan gambar seorang pilot militer Prancis yang sedang mempersiapkan misi tersebut diikuti rekaman udara yang memperlihatkan pengeboman yang tampaknya merupakan satu kamp kecil di padang pasir.
Kementerian Pertahanan di Paris mengatakan kepada AFP bahwa jet tempur Rafale Prancis dan pesawat nirawak Reaper Amerika "menjatuhkan total tujuh bom pada dua target militer milik Daesh di Suriah tengah."
Prancis telah menjadi bagian dari Operation Inherent Resolve, koalisi pimpinan AS yang bertujuan memerangi terorisme di Suriah dan Irak, sejak 2014 untuk operasi di Irak dan sejak 2015 untuk operasi di Suriah.
Washington telah mempertahankan kehadiran militer di provinsi-provinsi kaya minyak Suriah selama beberapa tahun.
Pada pertengahan Desember, Pentagon mengatakan jumlah personel militer AS yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan di negara Timur Tengah itu meningkat menjadi 2.000, naik dari angka yang dilaporkan sebelumnya yaitu 900.
“Peningkatan itu terjadi mengingat situasi di Suriah dan minat yang signifikan," ungkap juru bicara Pentagon, Mayor Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder, saat itu.
Satu klip pendek yang dirilis oleh menteri tersebut dimulai dengan gambar seorang pilot militer Prancis yang sedang mempersiapkan misi tersebut diikuti rekaman udara yang memperlihatkan pengeboman yang tampaknya merupakan satu kamp kecil di padang pasir.
Kementerian Pertahanan di Paris mengatakan kepada AFP bahwa jet tempur Rafale Prancis dan pesawat nirawak Reaper Amerika "menjatuhkan total tujuh bom pada dua target militer milik Daesh di Suriah tengah."
Prancis telah menjadi bagian dari Operation Inherent Resolve, koalisi pimpinan AS yang bertujuan memerangi terorisme di Suriah dan Irak, sejak 2014 untuk operasi di Irak dan sejak 2015 untuk operasi di Suriah.
Washington telah mempertahankan kehadiran militer di provinsi-provinsi kaya minyak Suriah selama beberapa tahun.
Pada pertengahan Desember, Pentagon mengatakan jumlah personel militer AS yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan di negara Timur Tengah itu meningkat menjadi 2.000, naik dari angka yang dilaporkan sebelumnya yaitu 900.
“Peningkatan itu terjadi mengingat situasi di Suriah dan minat yang signifikan," ungkap juru bicara Pentagon, Mayor Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder, saat itu.
Lihat Juga :