Panglima Militer Israel Akan Mengundurkan Diri pada Februari, Ada Apa Gerangan?

Sabtu, 21 Desember 2024 - 23:50 WIB
loading...
Panglima Militer Israel...
Herzi Halevi dikabarkan akan mengundurkan diri. Foto/X/@Zabayar
A A A
GAZA - Panglima militer Israel Herzi Halevi mungkin akan mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Februari.

Surat kabar Israel, Maariv, mengutip seorang pejabat politik Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa "diperkirakan Herzi Halevi akan pensiun dari jabatannya pada akhir Februari, satu bulan setelah penyelidikan atas peristiwa 7 Oktober 2023 selesai."

Pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan bahwa penyelidikan atas peristiwa yang terjadi pada 7 Oktober 2023, ketika kelompok Palestina Hamas menyerang daerah-daerah di sekitar Jalur Gaza, harus diselesaikan pada akhir Januari.

Katz memberi tahu kepala staf bahwa tidak akan ada jenderal baru yang ditunjuk sampai temuan tersebut disampaikan.

Berdasarkan arahan Katz, Maariv menyarankan bahwa tenggat waktu ini dapat mempercepat pengunduran diri Halevi.

Surat kabar tersebut juga merujuk pada laporan sebelumnya oleh penyiar Channel 12, yang mengindikasikan bahwa Halevi telah menetapkan dua tujuan sebelum pensiun: mengakhiri perang di Lebanon dan menyampaikan temuan 7 Oktober 2023 kepada militer dan publik.

Diskusi terkini di tingkat tertinggi militer dan kepemimpinan politik Israel menunjukkan bahwa Zamir, direktur jenderal Kementerian Pertahanan saat ini, adalah kandidat yang paling mungkin untuk menggantikan Halevi.

Baca Juga: Pejuang Palestina Rayakan Serangan Rudal Houthi ke Tel Aviv

Namun, baik Kementerian Pertahanan maupun militer Israel menolak laporan tersebut, dengan mengatakan: "Bertentangan dengan klaim, tidak ada kesepakatan antara Kepala Staf dan Menteri Pertahanan mengenai pengunduran diri Halevi."

Baik Halevi maupun Zamir tidak memberikan tanggapan langsung terhadap laporan Maariv.

Israel, pada 7 Oktober 2023, melancarkan perang genosida di Gaza yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 45.200 orang, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak, sejak serangan oleh kelompok Perlawanan Palestina, Hamas.

Melansir Middle East Monitor, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan bulan lalu untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di Gaza.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved