Rusia Murka Israel Caplok Lebih Banyak Wilayah Suriah di Dataran Tinggi Golan
Selasa, 10 Desember 2024 - 17:01 WIB
loading...
Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzia. Foto/sputnik
A
A
A
NEW YORK - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzia menegaskan Rusia mencatat pernyataan yang saling bertentangan dari Israel mengenai status Dataran Tinggi Golan dan tidak memahami bagian mana dari wilayah ini yang dianggap Israel sebagai bagian integralnya.
"Kami mendengar pesan yang saling bertentangan dari Israel … Duta Besar Israel mengirim surat yang mengatakan ini adalah keputusan sementara, mengingat kekosongan yang terjadi di sana. Dan kemudian (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu pada konferensi pers mengatakan tentang Dataran Tinggi Golan sebagai bagian integral dari Israel. Namun sekarang kami tidak tahu bagian mana dari Dataran Tinggi Golan yang dianggapnya sebagai bagian integral dari Israel, dengan mereka melanggar zona penyangga," tegas Nebenzia kepada wartawan.
Pada hari Minggu (8/12/2024), Netanyahu mengatakan perjanjian yang dicapai tak lama setelah Perang Yom Kippur 1973 (juga dikenal sebagai Perang Ramadan) tidak lagi berlaku karena pasukan Suriah telah meninggalkan posisi mereka.
Netanyahu memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel untuk "sementara" mengambil alih zona penyangga di Dataran Tinggi Golan.
Vassily Nebenzia menekankan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa "kurang lebih" bersatu dalam hal kebutuhan untuk menjaga integritas teritorial Suriah dan memastikan keselamatan warga sipil, serta aliran bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.
"Kami mendengar pesan yang saling bertentangan dari Israel … Duta Besar Israel mengirim surat yang mengatakan ini adalah keputusan sementara, mengingat kekosongan yang terjadi di sana. Dan kemudian (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu pada konferensi pers mengatakan tentang Dataran Tinggi Golan sebagai bagian integral dari Israel. Namun sekarang kami tidak tahu bagian mana dari Dataran Tinggi Golan yang dianggapnya sebagai bagian integral dari Israel, dengan mereka melanggar zona penyangga," tegas Nebenzia kepada wartawan.
Pada hari Minggu (8/12/2024), Netanyahu mengatakan perjanjian yang dicapai tak lama setelah Perang Yom Kippur 1973 (juga dikenal sebagai Perang Ramadan) tidak lagi berlaku karena pasukan Suriah telah meninggalkan posisi mereka.
Netanyahu memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel untuk "sementara" mengambil alih zona penyangga di Dataran Tinggi Golan.
Vassily Nebenzia menekankan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa "kurang lebih" bersatu dalam hal kebutuhan untuk menjaga integritas teritorial Suriah dan memastikan keselamatan warga sipil, serta aliran bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Lihat Juga :