Ini Reaksi Dunia atas Tumbangnya Rezim Bashar al-Assad di Suriah
Senin, 09 Desember 2024 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
5. Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik jatuhnya “negara barbar” al-Assad di Suriah dan mengirimkan harapan perdamaian kepada rakyat di negara tersebut.
“Negara barbar telah jatuh. Akhirnya,” tulis Macron di X.
“Saya memberi penghormatan kepada rakyat Suriah, atas keberanian mereka, atas kesabaran mereka. Di saat ketidakpastian ini, saya mengirimkan harapan saya untuk perdamaian, kebebasan, dan persatuan," imbuh dia.
6. Jerman
Kanselir Jerman Olaf Scholz menggambarkan jatuhnya al-Assad sebagai kabar baik dan mendesak solusi politik untuk menstabilkan negara yang dilanda perang tersebut.
“Bashar al-Assad menindas rakyatnya secara brutal. Dia memiliki banyak nyawa yang harus ditanggungnya dan telah mendorong banyak orang untuk melarikan diri, banyak di antaranya telah tiba di Jerman,” kata Scholz dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock menyebut jatuhnya al-Assad sebagai “kelegaan besar” bagi warga Suriah.
“Akhir dari pemerintahan al-Assad merupakan kelegaan besar bagi jutaan orang di Suriah,” katanya.
"Negara itu tidak boleh jatuh ke tangan kelompok radikal lain," paparnya.
7. Iran
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam pernyataan bahwa Teheran menghormati persatuan dan kedaulatan nasional Suriah dan menyerukan “pengakhiran segera konflik militer, pencegahan aksi teroris, dan dimulainya dialog nasional” dengan semua sektor masyarakat Suriah.
Teheran mengatakan akan terus mendukung mekanisme internasional untuk mengejar proses politik, seraya menambahkan bahwa hubungan yang telah lama terjalin dan bersahabat antara negara-negara Iran dan Suriah diharapkan akan terus berlanjut.
8. Israel
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memuji jatuhnya rezim al-Assad, sekutu utama Iran, sebagai “hari bersejarah” dan mengatakan itu adalah akibat langsung dari pukulan yang dilakukan Israel terhadap Hizbullah dan Iran.
Dia mengatakan bahwa Israel telah merebut zona penyangga di Dataran Tinggi Golan yang didirikan berdasarkan perjanjian gencatan senjata tahun 1974 dengan Suriah setelah pasukan Suriah meninggalkan posisi mereka.
“Kami tidak akan membiarkan kekuatan musuh mana pun membangun dirinya di perbatasan kami,” katanya.
9. Italia
“Saya mengikuti perkembangan situasi di Suriah dengan penuh perhatian,” kata Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani di X.
“Saya terus berhubungan dengan kedutaan besar kami di Damaskus dan kantor perdana menteri. Saya telah mengadakan pertemuan darurat,” tambahnya.
10. Lebanon
Militer Lebanon mengatakan pihaknya memperkuat kehadirannya di perbatasan dengan negara tetangga Suriah.
“Mengingat perkembangan pesat dan situasi sulit yang dialami wilayah tersebut, unit yang bertugas memantau dan mengendalikan perbatasan utara dan timur telah diperkuat, bersamaan dengan pengetatan langkah-langkah pengawasan,” kata militer dalam sebuah pernyataan.
11. Filipina
“Filipina menyerukan kepada semua pihak terkait untuk menahan diri dan tidak melakukan kekerasan lebih lanjut, untuk mencegah jatuhnya korban dan kematian warga sipil lebih lanjut,” kata Departemen Luar Negeri negara tersebut.
“Kami menyatakan keprihatinan mengenai situasi warga Filipina di Suriah dan menyarankan mereka untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dan tetap berhubungan dengan Kedutaan Besar Filipina di Damaskus," imbuhnya.
12. Qatar
Kementerian Luar Negeri Qatar memperingatkan Suriah agar tidak dibiarkan terjerumus ke dalam kekacauan setelah al-Assad digulingkan.
Lihat Juga :