Rakyat Suriah Serbu Istana Mewah Assad, Rayakan Tumbangnya Rezim
Senin, 09 Desember 2024 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut para pemberontak, pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani, tiba di Damaskus pada hari Minggu.
HTS berakar pada cabang Al-Qaeda di Suriah.
Dianggap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Barat, organisasi ini telah berupaya melembutkan citranya dalam beberapa tahun terakhir, dan telah memberi tahu kelompok minoritas yang tinggal di wilayah yang sekarang dikuasainya untuk tidak khawatir.
Sebelum pengumuman hari Minggu, warga Damaskus menggambarkan kepada AFP keadaan panik karena kemacetan lalu lintas memenuhi pusat kota, dengan orang-orang mencari persediaan dan mengantre untuk menarik uang.
Namun pagi hari terlihat nyanyian dan sorak-sorai, dengan tembakan perayaan dan teriakan: "Suriah adalah milik kami dan bukan milik keluarga Assad".
Sebelum Damaskus, serangkaian kota, termasuk kota utara Aleppo, telah jatuh dari tangan pasukan Assad.
Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS dan dipimpin Kurdi, yang menguasai sebagian besar wilayah timur laut Suriah, memuji momen "bersejarah" dengan jatuhnya "rezim otoriter" Assad.
Sebagai tanda kompleksitas perang Suriah, Israel menyerang depot senjata tentara Suriah pada hari Minggu di pinggiran Damaskus, menurut SOHR, yang mengandalkan jaringan sumber di seluruh negeri.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan penggulingan Assad adalah "hari bersejarah di Timur Tengah" dan jatuhnya "mata rantai utama dalam poros kejahatan Iran".
"Ini adalah akibat langsung dari pukulan yang telah kami lakukan terhadap Iran dan Hizbullah, pendukung utama Assad," imbuh dia.
HTS berakar pada cabang Al-Qaeda di Suriah.
Dianggap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Barat, organisasi ini telah berupaya melembutkan citranya dalam beberapa tahun terakhir, dan telah memberi tahu kelompok minoritas yang tinggal di wilayah yang sekarang dikuasainya untuk tidak khawatir.
Sebelum pengumuman hari Minggu, warga Damaskus menggambarkan kepada AFP keadaan panik karena kemacetan lalu lintas memenuhi pusat kota, dengan orang-orang mencari persediaan dan mengantre untuk menarik uang.
Namun pagi hari terlihat nyanyian dan sorak-sorai, dengan tembakan perayaan dan teriakan: "Suriah adalah milik kami dan bukan milik keluarga Assad".
Sebelum Damaskus, serangkaian kota, termasuk kota utara Aleppo, telah jatuh dari tangan pasukan Assad.
Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS dan dipimpin Kurdi, yang menguasai sebagian besar wilayah timur laut Suriah, memuji momen "bersejarah" dengan jatuhnya "rezim otoriter" Assad.
Sebagai tanda kompleksitas perang Suriah, Israel menyerang depot senjata tentara Suriah pada hari Minggu di pinggiran Damaskus, menurut SOHR, yang mengandalkan jaringan sumber di seluruh negeri.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan penggulingan Assad adalah "hari bersejarah di Timur Tengah" dan jatuhnya "mata rantai utama dalam poros kejahatan Iran".
"Ini adalah akibat langsung dari pukulan yang telah kami lakukan terhadap Iran dan Hizbullah, pendukung utama Assad," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :