Hizbullah Tawarkan Bantuan pada Suriah, Siap Perangi Pemberontak
Jum'at, 06 Desember 2024 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan Assad berhasil menguasai kembali sebagian besar wilayah negara itu, tetapi beberapa tempat, termasuk provinsi Idlib di dekat perbatasan Turki, masih berada di luar jangkauannya.
Situasi memburuk pekan lalu ketika kelompok pemberontak Hayat Tahrir-al-Sham (HTS) yang sebelumnya dikenal sebagai afiliasi Al-Qaeda, Jabhat al-Nusra dan sekutunya melancarkan serangan mendadak berskala besar di wilayah barat laut negara itu.
Para pemberontak telah memukul mundur pasukan pemerintah dan merebut sebagian besar wilayah di Aleppo dan Idlib, serta berhasil mengepung kota utama Hama pada hari Kamis.
Hayat Tahrir-al-Sham, yang diterjemahkan sebagai “Organisasi Pembebasan Levant” dan umumnya dikenal sebagai HTS, dianggap sebagai organisasi teroris oleh Suriah, Rusia, Iran, AS, dan negara-negara lain.
Qassem mengklaim AS mencoba "menciptakan kekacauan di Suriah dan memindahkan Suriah dari posisi perlawanan ke posisi permusuhan lainnya yang melayani musuh Israel."
Namun dia menyatakan harapannya agar Damaskus dapat mengatasi pemberontakan itu.
Dia juga mengimbau negara-negara Arab dan komunitas Muslim, meminta mereka membantu Suriah melawan para pemberontak, dan menuduh orang-orang Arab hanya diam-diam melihat apa yang terjadi, membandingkannya dengan perang di Gaza dan serangan Israel terhadap Lebanon.
Situasi memburuk pekan lalu ketika kelompok pemberontak Hayat Tahrir-al-Sham (HTS) yang sebelumnya dikenal sebagai afiliasi Al-Qaeda, Jabhat al-Nusra dan sekutunya melancarkan serangan mendadak berskala besar di wilayah barat laut negara itu.
Para pemberontak telah memukul mundur pasukan pemerintah dan merebut sebagian besar wilayah di Aleppo dan Idlib, serta berhasil mengepung kota utama Hama pada hari Kamis.
Hayat Tahrir-al-Sham, yang diterjemahkan sebagai “Organisasi Pembebasan Levant” dan umumnya dikenal sebagai HTS, dianggap sebagai organisasi teroris oleh Suriah, Rusia, Iran, AS, dan negara-negara lain.
Qassem mengklaim AS mencoba "menciptakan kekacauan di Suriah dan memindahkan Suriah dari posisi perlawanan ke posisi permusuhan lainnya yang melayani musuh Israel."
Namun dia menyatakan harapannya agar Damaskus dapat mengatasi pemberontakan itu.
Dia juga mengimbau negara-negara Arab dan komunitas Muslim, meminta mereka membantu Suriah melawan para pemberontak, dan menuduh orang-orang Arab hanya diam-diam melihat apa yang terjadi, membandingkannya dengan perang di Gaza dan serangan Israel terhadap Lebanon.
Lihat Juga :