Hizbullah Tawarkan Bantuan pada Suriah, Siap Perangi Pemberontak
Jum'at, 06 Desember 2024 - 17:12 WIB
loading...
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem. Foto/anadolu
A
A
A
BEIRUT - Hizbullah akan membantu pemerintah Suriah memerangi para pemberontak dan menyerukan negara-negara Arab mendukung Damaskus dalam pertempurannya.
Pernyataan itu ditegaskan Pemimpin Hizbullah Naim Qassem yang bermarkas di Lebanon itu dalam pidatonya pada hari Kamis (5/12/2024).
“Agresi terhadap Suriah disponsori oleh Amerika dan Israel,” klaim Naim Qassem, seraya menambahkan kaum pemberontak “selalu menjadi alat mereka sejak 2011, ketika masalah itu dimulai di Suriah.”
Negara itu terjerumus ke dalam perang yang berkepanjangan pada tahun 2011, ketika berbagai kelompok antipemerintah berusaha menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Assad.
Pasukan pemberontak, khususnya yang mempekerjakan pejuang asing yang dibantu secara militer dari luar negeri, muncul sebagai pemain dominan di antara pihak oposisi.
Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya, yang menuntut agar “Assad harus pergi,” mengklaim “pemberontak moderat” pada akhirnya dapat menang dalam konflik tersebut.
Rusia campur tangan dalam permusuhan pada tahun 2015, menyediakan kekuatan udaranya bagi Damaskus.
Pernyataan itu ditegaskan Pemimpin Hizbullah Naim Qassem yang bermarkas di Lebanon itu dalam pidatonya pada hari Kamis (5/12/2024).
“Agresi terhadap Suriah disponsori oleh Amerika dan Israel,” klaim Naim Qassem, seraya menambahkan kaum pemberontak “selalu menjadi alat mereka sejak 2011, ketika masalah itu dimulai di Suriah.”
Negara itu terjerumus ke dalam perang yang berkepanjangan pada tahun 2011, ketika berbagai kelompok antipemerintah berusaha menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Assad.
Pasukan pemberontak, khususnya yang mempekerjakan pejuang asing yang dibantu secara militer dari luar negeri, muncul sebagai pemain dominan di antara pihak oposisi.
Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya, yang menuntut agar “Assad harus pergi,” mengklaim “pemberontak moderat” pada akhirnya dapat menang dalam konflik tersebut.
Rusia campur tangan dalam permusuhan pada tahun 2015, menyediakan kekuatan udaranya bagi Damaskus.
Lihat Juga :