Rezim Assad dan Pemberontak Suriah Perang, Hamas Bela Siapa?

Jum'at, 06 Desember 2024 - 08:13 WIB
loading...
A A A
Konflik telah meluas selama 14 bulan terakhir, di mana Iran dan faksi-faksi koalisi Poros Perlawanan-nya melakukan serangan terhadap Israel dari berbagai front, termasuk Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman.

Namun, saat gencatan senjata dicapai antara Israel dan Hizbullah di Lebanon pekan lalu, kelompok pemberontak Suriah; Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang dicap sebagai "jihadis" dan Tentara Nasional Suriah (SNA) yang didukung Turki melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan pemerintah Suriah, dan sejauh ini telah merebut sebagian besar kota Aleppo.

Kelompok pemberontak juga mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka telah merebut kota Hama.

Assad, seorang pendukung Poros Perlawanan yang telah dibantu oleh Iran dan Rusia selama 13 tahun perang saudara di negaranya, telah berjuang untuk mengatur kembali garis pertahanan dalam menghadapi kemajuan pesat dari pihak oposisi.

Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Mohammed Hossein Baqeri mengadakan panggilan telepon pada hari Selasa dengan para pejabat tinggi militer dari Irak, Rusia, dan Suriah dalam upaya untuk mengoordinasikan upaya untuk mendukung pemerintah Suriah yang tengah berjuang.

Ia menuduh adanya komplotan Amerika-Ibrani yang terkoordinasi untuk melemahkan Suriah, sekutunya, dan Poros Perlawanan, menurut media Iran, menggemakan posisi milisi Gerakan Nujaba Irak, yang juru bicaranya mengatakan kepada Newsweek pada hari Sabtu akan membantu Assad.

AS dan Israel sama-sama membantah terlibat langsung dalam peristiwa di Suriah tetapi baru-baru ini melakukan serangan terhadap faksi-faksi Poros Perlawanan yang mereka anggap mengancam kepentingan rezim Zionis.

"CENTCOM tidak terlibat dalam situasi yang sedang berlangsung di Suriah Utara," kata seorang pejabat pertahanan AS kepada Newsweek, mengacu pada Komando Pusat AS.

"CENTCOM selalu memiliki hak yang melekat untuk membela diri di mana pun dan kapan pun diserang. Perlindungan terhadap anggota layanan kami di mana pun adalah yang terpenting, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang tepat untuk membela mereka atau untuk menanggapi pada waktu dan tempat yang kami pilih," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Bisa Tetap Berkarya!...
Bisa Tetap Berkarya! Ini Tips Menjaga Kualitas Hidup Setelah Pensiun
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved