Rezim Assad dan Pemberontak Suriah Perang, Hamas Bela Siapa?

Jum'at, 06 Desember 2024 - 08:13 WIB
loading...
A A A
CENTCOM mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka telah menghancurkan beberapa sistem persenjataan di Suriah timur sebagai tanggapan atas apa yang dikatakan sebagai serangan roket terhadap pasukan AS di sekitarnya.

Pasukan AS telah dikerahkan ke Suriah selama hampir satu dekade untuk mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, yang terkadang bentrok dan bersekutu dengan pemerintah Suriah tetapi menganggap serangan pemberontak terbaru sebagai ancaman terhadap posisinya.

Menanggapi pertanyaan Newsweek selama jumpa pers virtual pada hari Selasa, seorang pejabat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan: "Kami benar-benar memantau apa yang terjadi di Suriah dan kami waspada terhadap itu."

"Itu bukanlah sesuatu yang saat ini menjadi ancaman bagi kami, tetapi kami harus menyadari apa yang terjadi dan memantaunya," lanjut pejabat militer Zionis tersebut.

"Sebelum peristiwa ini dimulai, kami beroperasi untuk mencegah Iran mempersenjatai Hizbullah lagi melalui Suriah, sebelum 7 Oktober, sejak 7 Oktober, dan kami akan terus melakukannya karena kami memahami bahwa Iran mungkin ingin mempersenjatai kembali Hizbullah untuk Suriah."

Sementara itu, Hizbullah menyatakan akan membantu pemerintah Suriah memerangi para "jihadis" dan meminta negara-negara Arab untuk mendukung Damaskus dalam pertempurannya.

“Agresi terhadap Suriah disponsori oleh Amerika dan Israel,” klaim pemimpin Hizbullah Naim Qassem, seraya menambahkan: "Kaum Islamis selalu menjadi alat mereka sejak 2011, ketika masalah itu dimulai di Suriah.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Saham SpaceX Anjlok,...
Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun
Rekomendasi
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved