Rusia Barter Nuklir dengan Tentara Korut, Sekjen NATO Ketir-ketir
Kamis, 05 Desember 2024 - 09:25 WIB
loading...
Rusia barter teknologi nuklir dengan tentara Korea Utara, membuat Sekjen NATO Mark Rutte cemas. Foto/Sputnik
A
A
A
BRUSSELS - Rusia telah mentransfer program rudal dan nuklir ke Korea Utara (Korut). Sebagai gantinya, Moskow menerima bala bantuan tentara dari Pyongyang.
Barter teknologi nuklir dengan tentara oleh kedua negara itu diungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte.
Rutte juga mencemaskan perkembangan itu, yang menurutnya menjadi ancaman bagi NATO.
Baca Juga: AS: Korea Utara Kerahkan 10.000 Tentara ke Rusia, Bertambah 3 Kali Lipat
Selain itu, bos NATO tersebut mencemaskan pemulihan hubungan yang semakin erat antara Rusia, China, Korea Utara, dan Iran.
"Sebagai imbalan atas pasukan dan senjata, Rusia memberi Korea Utara dukungan untuk program rudal dan nuklirnya. Perkembangan ini dapat mengganggu stabilitas Semenanjung Korea dan bahkan mengancam Amerika Serikat," kata Rutte, seperti dikutip dari RBC, Kamis (5/12/2024).
Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina telah mengancam semua orang. Itulah sebabnya Eropa dan Amerika Utara, serta mitra lainnya, harus bersatu.
Barter teknologi nuklir dengan tentara oleh kedua negara itu diungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte.
Rutte juga mencemaskan perkembangan itu, yang menurutnya menjadi ancaman bagi NATO.
Baca Juga: AS: Korea Utara Kerahkan 10.000 Tentara ke Rusia, Bertambah 3 Kali Lipat
Selain itu, bos NATO tersebut mencemaskan pemulihan hubungan yang semakin erat antara Rusia, China, Korea Utara, dan Iran.
"Sebagai imbalan atas pasukan dan senjata, Rusia memberi Korea Utara dukungan untuk program rudal dan nuklirnya. Perkembangan ini dapat mengganggu stabilitas Semenanjung Korea dan bahkan mengancam Amerika Serikat," kata Rutte, seperti dikutip dari RBC, Kamis (5/12/2024).
Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina telah mengancam semua orang. Itulah sebabnya Eropa dan Amerika Utara, serta mitra lainnya, harus bersatu.
Lihat Juga :