Ingin Fokus Lawan Iran, Trump Ingin Gencatan Senjata di Gaza Sekarang

Minggu, 01 Desember 2024 - 18:35 WIB
loading...
Ingin Fokus Lawan Iran,...
Donald Trump ingin gencatan senjata di Gaza sekarang. Foto/X.@SaveAmericaNew
A A A
GAZA - Presiden terpilih AS Donald Trump ingin melihat Israel dan Hamas mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera Israel yang tersisa. Itu diungkapkan Senator Republik Lindsey Graham mengatakan kepada Axios.

Lebih dari 44.000 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak pertempuran pecah antara Hamas dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) lebih dari setahun yang lalu.

Operasi IDF di daerah kantong Palestina tersebut dipicu oleh serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel. Kelompok itu menyandera lebih dari 250 orang, sekitar 100 di antaranya diyakini masih ditawan di Gaza.

"Trump lebih bertekad dari sebelumnya untuk membebaskan para sandera dan mendukung gencatan senjata yang mencakup kesepakatan penyanderaan. Dia ingin melihatnya terjadi sekarang," kata Graham kepada Axios.

Dia melakukan perjalanan ke Timur Tengah awal bulan ini dan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut Axios, Graham sering berbicara kepada Trump dan menasihatinya tentang isu-isu yang terkait dengan kebijakan luar negeri dan Timur Tengah. Senator itu mengatakan presiden terpilih ingin mencapai kesepakatan di Gaza sehingga dia dapat fokus pada isu-isu lain, termasuk normalisasi hubungan Israel-Saudi dan mengonsolidasikan koalisi regional melawan Iran.

Baca Juga: NATO Buka Pangkalan Militer Marinir di Perbatasan Rusia

Graham menyatakan harapan bahwa "Trump dan pemerintahan Biden [yang akan berakhir] akan bekerja sama selama masa transisi untuk membebaskan para sandera dan mencapai gencatan senjata."

Awal minggu ini, pejabat Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok bersenjata itu siap untuk gencatan senjata dengan Israel. Menurut Zuhri, Hamas menunjukkan "fleksibilitas tinggi" dan tetap "berminat untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang di Gaza." Ia juga menuduh Netanyahu tidak menunjukkan minat untuk mencapai gencatan senjata.

Netanyahu mengatakan kepada Saluran 14 Israel pada hari Kamis bahwa ia "siap untuk gencatan senjata kapan saja," tetapi hanya jika Yerusalem Barat "dapat membebaskan para sandera." Namun, ia menambahkan bahwa gencatan senjata tidak akan berarti berakhirnya perang melawan Hamas.

Menurut AFP, Hamas memberi tahu Mesir, Turki, dan Qatar bahwa mereka "siap untuk gencatan senjata" dan pertukaran tahanan yang "serius".

Melansir RT, pada tanggal 27 November, Israel dan kelompok pro-Palestina yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, menyetujui gencatan senjata yang dimediasi oleh AS dan Prancis. Gencatan senjata mulai berlaku pada Rabu pagi. Kedua belah pihak sejak itu saling menuduh melakukan pelanggaran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai
Rekomendasi
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved