Bos Media Israel Sebut Milisi Palestina Pejuang Kemerdekaan, Rezim Zionis Marah

Senin, 25 November 2024 - 09:43 WIB
loading...
Bos Media Israel Sebut...
Rezim Zionis marah setelah seorang bos media Israel sebut milisi Palestina sebagai pejuang kemerdekaan. Foto/+972 Magazine
A A A
TEL AVIV - Amos Schocken, penerbit media Israel; Haaretz, membuat rezim Zionis marah setelah pidatonya menyebut para milisi Palestina sebagai pejuang kemerdekaan.

Bos media itu menolak menyebut para milisi Palestina "teroris" sebagaimana narasi yang diciptakan rezim Zionis selama ini.

Tak hanya membela para milisi Palestina, Schocken bahkan menyerukan sanksi terhadap para pemimpin dan pemukim ilegal Israel.

Baca Juga: Demonstran Anti-NATO dan Pro-Palestina Mengamuk di Kanada, Bakar Mobil hingga Obrak-abrik Toko

Pembelaan Schocken disampaikan dalam pidatonya di sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh New Israel Fund dan Berl Katznelson Foundation pada tanggal 8 Oktober di Israel, yang diungkap oleh Channel 14 melalui saluran YouTube New Israel Fund.

Schocken sebelumnya juga menyampaikan pembelaanya pada Palestina dalam pidati di sebuah konferensi di London, yang dianggap rezim Zionis sebagai pidato hasutan.

Dalam pidatonya pada 8 Oktober, Schocken menyatakan: “Pemerintah [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu ingin melanjutkan dan mengintensifkan pemukiman ilegal di wilayah yang dimaksudkan untuk Negara Palestina."

"Mereka tidak peduli untuk memaksakan rezim apartheid yang kejam pada penduduk Palestina. Ia mengabaikan biaya yang dikeluarkan kedua belah pihak untuk mempertahankan permukiman sambil memerangi pejuang kebebasan Palestina yang disebut Israel sebagai teroris," lanjut Schocken.

Dia lebih lanjut berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk memajukan pembentukan Negara Palestina adalah melalui sanksi internasional terhadap rezim Zionis Israel.

“Negara Palestina harus didirikan, dan satu-satunya cara untuk mencapainya adalah dengan menerapkan sanksi terhadap para pemimpin dan pemukim Israel di wilayah [Palestina] yang diduduki," katanya.

Penonton bertepuk tangan atas pidato Schocken, yang menyoroti kesenjangan antara wacana Israel dan internasional tentang masalah tersebut.

Pemerintah Israel telah memutuskan semua hubungan dengan surat kabar Haaretz menyusul pernyataan Schocken di sebuah konferensi di London awal tahun ini, di mana dia menyerukan sanksi terhadap para pemimpin Israel dan menuduh pemerintah mengabadikan kebijakan apartheid.

Pada pertemuan mingguan pada hari Minggu, kabinet dengan suara bulat menyetujui usulan Menteri Komunikasi Shlomo Karhi untuk menghentikan semua keterlibatan dengan Haaretz, termasuk menghentikan iklan pemerintah di publikasi tersebut.

Karhi, yang marah mengecam retorika Schocken. "Tidak dapat diterima jika penerbit surat kabar resmi di Negara Israel menyerukan sanksi terhadapnya dan mendukung musuh-musuh negara di tengah perang," kesal Karhi, yang dilansir Jerusalem Post, Senin (25/11/2024).

Keputusan pemerintah Zionis juga mengutip peran Haaretz dalam menerbitkan artikel yang dianggap merusak legitimasi Israel di panggung internasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Iran Ingatkan AS Patuhi...
Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap
Rekomendasi
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
Berita Terkini
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Infografis
Israel Marah, Rudal...
Israel Marah, Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved